Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengoptimalan Ruang Interaksi Untuk UKM dengan Camaba

Selasa, 01 September 2020 | 20.55.00 WIB Last Updated 2020-09-02T03:55:57Z

WKUTM- Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang akan dilaksanakan secara daring sempat dikeluhkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Lusiana Wahyu Eka, selaku Ketua Umum (Ketum) Capoeira, mengaku bahwa dalam PKKMB saat ini UKM seperti antara ada dan tidak. Hal ini karena UKM hanya diberikan kesempatan melalui pengenalan UKM secara singkat lewat video dan pamflet. Sedang menurutnya, UKM juga perlu ruang untuk bisa berinteraksi langsung dengan calon mahasiswa baru. 

”Kesannya bukan seperti kerja sama, tapi hanya menerima perintah dari panitia PKKMB,” ungkap mahasiswa asal Lamongan tersebut.

Sri Ratna Aprianti, selaku ketua baru Pramuka juga berpendapat jika peran UKM dalam PKKMB ini bisa dikatakan tidak ada karena kontribusi UKM hanya sebatas media promosi UKM saja. Menurutnya dalam PKKMB ini UKM sebagai wadah dalam minat mahasiswa seharusnya diberi celah untuk bisa komunikasi langsung dengan mahasisawa baru.

”Kita perlu diberi celah untuk berkontribusi di acara PKKMB. Bukan hanya lewat media saja. Kalaupun tidak menjadi panitia juga tidak masalah, tapi kita juga harus tahu perkembangan PKKMB dan bisa menyapa calon mahasiswa baru juga,” ungkap mahasiswa asal Bojonegoro tersebut.

Terkait partisipasi UKM dalam PKKMB, Yashri Ardhi Alfian, Komandan UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) 2019 membandingkannya dengan konsep PKKMB di Fakultas. Menurutnya ospek di Fakultas Ekonomi yang melibatkan UKM sebagai panitia patut dipertimbangkan panitia PKKMB UTM.

Menginformasi hal itu, Muhammad Malik Latif, Gubernur Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjelaskan, dalam PKKMB di lingkup fakultas diberinya peran peran kepada UKM agar dapat saling menguntungkan dan menciptakan hubungan yang bersifat mutualisme. Pihaknya membantu UKM untuk membranding kepada maba. Selain itu UKM juga dapat membantu menjadi kakak pembimbing (LO), untuk mendampingi para maba.

”Untuk kepanitiaan, kita saling menguntungkan, mutualisme. Dari BEM ingin membantu UKM untuk membrandingkan/mengenalkan UKM sendiri. Saya juga mengoptimalkan peran dari ormawa, untuk mendapat generasi baru. Selain itu UKM juga membantu menjadi LO, mendampingi temen-temen maba ketika terdapat suatu kebingungan dan kendala,” ujar mahasiswa asal Ngawi tersebut.

Slamet Hendra Riyadi, selaku ketua pelaksana PKKMB mengatakan peran UKM dalam PKKMB tahun ini  sebagai pengisi dari rentetan acara, yaitu pada sesi pengenalan UKM. Perihal ditanya terkait pertimbangan tidak memasukkan perwakilan UKM masuk grup camaba, Slamet beralasan bahwa tidak ada peraturan yang mengharuskan UKM masuk ke panitiaan.

“Tidak ada pertimbangan pihak panitia memasukkan UKM dalam kepanitiaan karena tidak ada peraturan yang mengharuskan UKM masuk kepanitiaan,” ujar mahasiswa prodi Sosiologi tersebut.

Presiden Mahasiswa UTM, Khoirul Amin juga menjelaskan alasan tidak memasukkan UKM dalam kepanitiaan, ia beralasan jika UKM sudah difokuskan pada acara virtual yang diarahkan oleh sie acara dengan perwakilan UKM masing-masing dalam grup yang dipegang langsung oleh Kominfo BEM KM.
”Grup dihandle langsung oleh Kominfo BEM KM. Semua informasi tentang UKM akan dibagikan oleh Kominfo baik berupa  video atau pamflet,” jelas Amin. 

Adapun untuk mengkoordinir keluhan UKM, panitia telah menerapkan siaran langsung di Instagram PKKMB bersama perwakilan tiap UKM. Namun, Ketua Umum UKM Ihfadz, Muhammad Salim,  ketika ditanya perihal siaran langsung bersama UKM  yang dilaksanakan di akun Instagram @pkkmabasakera, Selasa (01/09) masih dirasa kurang cukup karena sedikitnya pemirsa.

”Menurut saya itu masih kurang cukup, soalnya maba yang menonton terlalu minim,” ungkap mahasiswa asal Pamekasan tersebut.

Senada dengan Salim, Muhammad Miftakul Huda, Komandan  KSR PMI juga memandang siaran langsung di Instagram tidak dapat menjangkau keseluruhan maba, sebab maba yang terdata di grup PKKMABA hanya yang masuk jalur SNMPTN. Selain itu, ia juga berharap panitia PKKMABA dapat lebih melibatkan UKM. Menurutnya, UKM merupakan bagian dari kesatuan organisasi mahasiswa (ormawa) di universitas. Oleh karena itu, posisi UKM menjadi penting agar bisa mensukseskan dan menyambut maba secara bersama-sama.

”Saya harap BEM selaku panitia bisa lebih melibatkan UKM dalam proses kegiatannya. Sebab UKM juga merupakan bagian ormawa UTM di tingkatkan universitas. Jadi kita juga bisa sama-sama mensukseskan program  PKKMABA. Namun jika kita tidak mendapat tempat di situ, bagaimana kita bisa mensukseskan dan menyambut maba di kampus kita ini secara seksama,” ujar mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan tersebut.

Di sisi lain, Alfian menilai langkah yang tepat untuk UKM di UTM adalah dengan diberikannya akses kepada grup camaba. Dengan demikian informasi dari UKM akan tersampaikan kepada seluruh camaba.
”Sebagai tempat promosi dan interaksi secara langsung kepada camaba tentang UKM masing-masing , dan menjadi salah satu konsep kegiatan PKKMABA dimana UKM dilibatkan secara langsung di dalamnya,” jelasnya.

Terkait hal itu, Amin dalam pertemuannya bersama ketua umum UKM, Selasa (01/09) menegaskan hal tersebut tidak dapat dilakukan. Alasan Amin adalah untuk menghindari misinformasi di grup camaba. Selanjutnya, ia hanya mengajukan pilihan agar UKM membentuk grup sendiri dan camaba diarahkan panitia untuk memilih bergabung dengan grup UKM yang diminatinya. (Mel/Lul/Sur)
×
Berita Terbaru Update