WKUTM - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan dilaksanakan pada 14 September 2020 secara dalam jaringan (daring).
Wahid Khoirul Ikhwan, selaku Ketua PKKMB 2020, tidak memberikan keterangan apapun saat diwawancara via WhatsApp (WA). Pihaknya juga tidak memberikan jawaban saat diminta wawancara secara tatap muka.
Hendra Slamet Riyadi, Ketua Pelaksana (Ketupel) PKKMB 2020, mengungkapkan jika tema PKKMB tahun ini sudah disiapkan dengan baik, serta para pemateri juga sudah ditentukan.
Tema PKKMB tahun ini adalah kesadaran lingkungan dan kesiapsiagaan perubahan sosial berbasis kearifan lokal. Adapun pematerinya adalah KH, Marzuki Mustamar, Kementerian Desa, dan Aminuddin Ma'ruf selaku Staf Khusus Presiden," papar Hendra (28/8/2020).
Hendra juga mengungkapkan jika dari pihak panitia sudah siap 90% dan tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja.
"Alhamdulillah konsep sudah matang, mulai dari rundown, hingga video pemateri UKM. Sudah siap, tinggal menunggu waktu pelaksanaan," ujar Hendra saat diwawancara via WA.
Mengenai efektivitas pengawasan calon mahasiswa baru (camaba), Hendra menuturkan jika pengawasan akan dilakukan oleh panitia yang berkumpul di kampus. Hal itu dilakukan guna mengawasi camaba yang sedang melakukan kegiatan PKKMB 2020.
"Panitia akan dikumpulkan di kampus sewaktu pelaksanaan PKKMB, dan pastinya dengan mengikuti protokol kesehatan. Jadi panitia mengawasi mahasiswa baru menggunakan platform (Goggle Clasroom, WA dan Youtube)." tutur mahasiswa Sosiologi tersebut.
Hendra juga menambahkan, jika panitia sudah melakukan sosialisasi terkait informasi PKKMB 2020 kepada Camaba melalui Instagram, Grup WA.
"Kami sudah membuat group Trunojoyo Muda 2020. Jadi sebelum masuk grup itu mahasiswa baru harus follow Instagram PKKMABA SAKERA, saya rasa upaya itu sangat strategis." tambah pria asal Telang tersebut.
Berbeda dengan Hendra yang mengklaim bahwa upaya tersebut strategis, Ana Amanda, salah satu camaba Prodi Ekonomi Syariah, menuturkan jika dirinya hanya mengetahui informasi PKKMB 2020 melalui Instagram saja, karena belum tergabung dalam grup PKKMB 2020.
"Saya hanya dapat Informasi dari instagram dan chat panitia PKKMB," ujar calon mahasiswa asal Jember tersebut.
Ana menambahkan, jika dirinya tak kunjung dimasukkan kedalam grub PKKMB oleh panitia 2020, meskipun dirinya telah menghubungi panitia melalui pesan pribadi.
"Saya sudah menghubungi pihak panitia namun sampek sekarang belum dimasukkan dalam grup tersebut," sambungnya dalam pesan WA.
Tidak jauh dari Amanda, Sopia Rohmatus Isnaini , salah satu Camaba 2020, menuturkan kendala jika PKKMB dilakukan secara daring, seperti harus membeli paket internet, ponsel yang kurang mendukung dan juga sinyal.
"Kalau ospek online ya pastinya membeli data paketan ya. Kan pastinya belum dapat bantuan dari pihak kampus sendiri. Selain itu jaringan di setiap daerah ya pasti tidak semua bagus," keluh calon mahasiswa Ilmu Hukum tersebut. (Jie/Ham)
