WKUTM – Pencairan dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Organisasi Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (Ormawa UTM) 2019 sampai saat ini belum terselesaikan seluruhnya.
Kepala Subbagian (Kasubag) bidang Kemahasiswaan UTM, Rizal Dzulkarnain, berujar jika dana di bidang kemahasiswaan yang belum cair sekitar Rp.377.000.000. Sedang dana dari program lain seperti buku panduan RAB beliau tidak mengetahui.
Kepala Subbagian (Kasubag) bidang Kemahasiswaan UTM, Rizal Dzulkarnain, berujar jika dana di bidang kemahasiswaan yang belum cair sekitar Rp.377.000.000. Sedang dana dari program lain seperti buku panduan RAB beliau tidak mengetahui.
”Dana sekitar Rp.377.000.000 untuk kemahasiswaan saja, sedangkan bidang lain silakan konfirmasi dengan unit lainnya, itu bukan ranah dan wewenang saya untuk mengetahuinya,” ungkapnya.
Selanjutnya Rizal menyatakan bahwa dana DIPA dalam proses pencairan secara bertahap sejak Rabu 29 Juli.
”Untuk saat ini dalam proses pencairan secara bergilir perkegiatan yang dimulai hari ini, secara bertahap. Bagi yang sudah terselesaikan dalam proses pencairannya oleh BPP, BAAK, dan BUK,” jelasnya, Rabu (29/7).
Keluhan Ormawa
Ketua Umum (Ketum) UKM Ihfadz 2019 dan Ketum Ihfadz 2020, Muhammad Iqbal dan Salim, mengaku dana DIPA belum cair selama 2 tahun. Sementara LPJ 2020 masih belum dilaksanakan. Iqbal menjelaskan bahwa saat itu dana yang belum tercairkan sekitar Rp.2.500.000. Terkait hal tersebut, Iqbal sudah konfirmasi ke pihak Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI), namun belum mendapat kejelasan hingga UKM Ihfadz melaksanakan alih pimpinan kepada Salim.
Salim mengatakan, berbagai usaha dilakukan Ihfadz demi menutupi kekurangan anggaran. Ia berujar, acara yang menganggarkan dana DIPA belum bisa dilaksanakan.
”Dana DIPA itu sangat penting karena dalam kegiatan, kita tidak meminta proposal ke tiap instansi, karena acara dilaksanakan secara online. Dana DIPA harapan satu-satunya untuk UKM kita,” keluh mahasiswa asal Pamekasan tersebut.
Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) 2020, Sofyan Hafid, juga mengeluhkan hal yang sama. Sofyan dan jajarannya harus memakai uang iuran guna menutupi kekurangan dana tersebut. Ditambah lagi utang UKM Menwa di tahun 2019 yang menjadi masalah berbeda.
Komandan Menwa 2019, Wahib Husni, berharap masalah dana DIPA segera terselesaikan. Sebab, ormawa saat ini dituntut untuk berprestasi.
”Semoga segera cair, soalnya ketum 2019 masih mempunyai tanggung jawab masalah dana ke UKM lainnya, dan untuk yang tahun ini juga segera cair. Untuk ke depannya dana itu yang terpenting untuk operasional UKM. Kita Mahasiswa dituntut untuk berprestasi, mahasiswa belum bisa menghasilkan banyak uang, kita pelajar jadi mohon agar tidak dijadikan bahan mainan,” tegas pria asal Lamongan itu.
Adapun Presiden Mahasiswa dan wakilnya tidak memberi tanggapan saat tim LPM SM mengonfirmasi keluhan ini. (Tal/Ahr/Hiy)
