Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kampus Merdeka : Persiapan UTM Belum Memadai

Kamis, 23 Juli 2020 | 20.14.00 WIB Last Updated 2020-07-24T03:14:38Z

WKUTM –  Wacana program kampus merdeka yang dicetuskan pada bulan Januari lalu, sebelum benar-benar diterapkan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) masih harus menjalankan serangkaian program. 

Rektor UTM, Muhammad Syarif menjelaskan terdapat serangkaian program yang harus dijalankan, seperti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), pertukaran pelajar, mengajar di sekolah, kewirausahaan, dan masih banyak lagi. Dari beberapa program tersebut, Syarif mengatakan bahwa tujuannya untuk memberikan bekal kepada calon lulusan, baik potensi hardskill maupun softskill. 

”Untuk mendesain kurikulum kampus merdeka bukanlah hal yang mudah, karena harus menentukan lokasi magang, persiapan MOU, hingga penilaiannya,” terangnya. 

Program kampus merdeka ini tidak jauh berbeda dengan kebijakan saat ini dan tidak mempengaruhi reakreditasi kampus. Hal ini dijelaskan oleh ketua Lembaga pengembangan pembelajaran dan penjaminan mutu pendidikan (LP3MP), Kurniyati Indahsari.  Bahwasannya perbedaan kampus merdeka dengan yang lama itu hanya pada proses pembelajarannya saja. 

”Program kampus merdeka memperbolehkan mahasiswa bisa belajar di luar program studi dan kampus. Untuk yang lainnya sama, salah satunya reakreditasi, ” Ujar Indah ketika di wawancarai melalui whatsapp (18/07). 

Kurniyati juga menambahkan bahwa sejauh ini akreditasi UTM masih B, akibatnya daya saing UTM masih dalam lingkup nasional atau belum menjamah ke Internasional.  

”UTM telah melakukan proses reakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan mendapatkan predikat/status B atau baik sekali. Walau demikian, UTM masih  belum bersaing secara Internasional,” jelasnya. 

Kurniyati juga manambahkan, UTM sudah mengupayakan akreditasi internasional, seperti pada bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kerjasama internasional di tri dharma perguruan tinggi sudah mulai banyak dilakukan dan menjadi payung berbagai kegiatan internasionalisasi prodi atau perguruan tinggi.

”Internasionalisasi tiga bidang tersebut dilakukan di segala bidang. Termasuk program studi untuk menilai kelayakan daya saing secara internasional,” tambahnya. (j2/ek/wid)

×
Berita Terbaru Update