Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Normal Baru : Arah Pelaksanaan Kegiatan Kemahasiswaan Belum Jelas

Selasa, 09 Juni 2020 | 00.56.00 WIB Last Updated 2020-06-09T08:03:34Z


WKUTM -  Edaran pemberlakuan masa normal baru Universitas Trunojoyo Madura (UTM) belum ditemukan kejelasan dari pihak rektorat. Selain belum jelasnya kapan pelaksanaan kebijakan tersebut, ketidakjelasan lain yakni terkait pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.

Menurut Supriyanto, Kepala Bagian BAAKPSI, beberapa pihak yang mengetahui konsep kebijakan normal baru diantaranya, Warek III berkoordinasi dengan para Wakil Dekan III dan BAAKPSI. Mereka akan membahas tentang konsep yang diusung Warek III, nantinya akan dilakukan revisi dalam pembahasan tersebut.

"Biasanya koordinasi dengan para Wadek 3 dan BAK. Minimal sudah punya konsep nanti tingggal direvisi bisa ditambah atau dikurangi. Jika tidak sesuai biasanya seperti itu," ungkap pria asal Nganjuk tersebut.

Ketika ditanya perihal kelanjutannya, pihaknya melemparkan kepada Wakil Rektor III (Warek III), Agung Ali Fahmi, karena pihaknya sejauh ini masih belum menerima petunjuk.
"Silahkan ke Warek III, Karena kita belum dapat petunjuk," tulisnya dalam pesan Whatsapp (03/06).

Tidak jauh berbeda, Rizal Zulkarnain selaku Kepala Subagian Kemahasiswaan, mengungkapkan jika dirinya  belum mengetahui perihal kepastian kebijakan normal baru.

“Terkait new normal saya tidak tahu karena belum ada penjelasan dan arahan dari pimpinan,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut.
Rizal menambahkan, apabila new normal dilakukan maka harus ada pembaruan program kemahasiswaan dan harus disesuaikan dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selama masa pandemi COVID-19 ini.

“Seharusnya disesuaikan dengan anggaran DIPA dalam masa pandemi, kalau tidak ada program yang telah tersusun tidak dapat dilaksanakan maka anggaran tidak bisa dicairkan. Kami masih menunggu arahan pimpinan terkait hal tersebut,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Akhmad Farid selaku Wakil Dekan lll fakultas pertanian, mengungkapkan jika pihak fakultas juga masih menunggu kejelasan dari pihak Rektorat.

“Fakultas juga menunggu kebijakan dari Rektorat, entah itu DIPA atau yang lainnya. Kebijakan yang diberikan selalu lamban,” tegas Farid.

Ketidakjelasan kebijakan ini juga menyusahkan beberapa kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan anggaran keuangannya. Hal ini dirasakan Firman Syafi’i, Ketua UKM Seni Nanggala, dirinya mengungkapkan bahwa kegiatan kemahasiswaan UTM tidak jelas salah satunya mengenai ketentuan dalam kegiatan UKM.

“Jika pihak kampus akan menjalankan sistem new normal, program kemahasiswaan (red: UKM) harus lebih diperjelas. Misalnya rancangan anggaran yang sudah diajukan, realisasi kegiatan UKM dan lain sebagainya. Pihak kemahasiswaan seharusnya lebih spesifik memberi keterangan mengenai kebijakan selanjutnya," keluhnya.

Selain itu, UKM di tingkat fakultas juga mengalami hal yang serupa. Salah satu UKM Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB) yang enggan disebut namanya mengungkapkan,  bahwa banyak program kerja (proker) yang diganti dan dihilangkan karena pandemi.

“Meskipun new normal akan dijalankan, tetap ada rasa kecemasan jika harus menjalankan proker seperti biasa. Meskipun dengan protokol yang ada," tuturnya.

Pihaknya juga  berharap, jika keputusan yang diambil pihak kampus dapat menjadi keputusan yang tepat.

“Harapan saya langkah yang diambil oleh atasan dalam merespon kondisi seperti ini dapat mencegah pandemi, UKM tetap produktif, dan mahasiswa dapat kuliah seperti biasanya" harap  mahasiswa FISIB tersebut. (Li/J2/WN)
×
Berita Terbaru Update