Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Jadi Tuan Rumah Rapat Kerja PTN se-Jawa Timur

Selasa, 06 Agustus 2019 | 10.17.00 WIB Last Updated 2019-08-08T01:49:13Z


WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura menjadi tuan rumah dalam rapat kerja rektor dan wakil rektor perguruan tinggi negeri se-Jawa Timur, Selasa (6/8). Dengan menggandeng pemerintah daerah Jawa Timur, kerja sama ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi setiap perguruan tinggi.


Kerja sama yang diadakan untuk pertama kalinya ini melibatkan 11 PTN, diantaranya Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Universitas Negeri Pembangunan Veteran, Universitas Airlangga, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri Jember, dan Universitas Trunojoyo. Para PTN terlibat menyatakan siap untuk berkolaborasi mendukung Jawa Timur mulai  dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun inovasi-inovasi teknologi.


Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Graha Utama Lt. 10 tersebut, tiap PTN diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi-potensi yang dimiliki serta memaparkan kendala yang tengah dihadapi. Selanjutnya mereka meminta pandangan Gubernur Jatim terkait posisi dan peran PTN dalam kerjasama kali ini.


Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur menyinggung tingginya angka pengangguran terbuka dari lulusan SMK.  Dengan program tistas (program gratis berkualitas), Khofifah berharap kualitas pendidikan Jawa Timur bisa lebih baik. Di samping itu, ia juga mengharapkan sinergi antara SMK yang dengan PTN yang memiliki program vokasi di dalamnya. Menurutnya, setiap PTN memiliki program vokasi, tinggal yang jadi tugasnya adalah menyingkronkan dengan SMK-SMK yang ada, ”Masing-masing perguruan tinggi ada vokasinya. Tapi mana vokasi yang berseiring dengan SMK-SMK yang ada, ini yang butuh disinkronkan,” ungkapnya.


Input yang diharapkan dari kerja sama antara vokasi dengan SMK adalah skilleber yang lebih spesifik. Hal ini ada kaitannya dengan milenial job center. Namun untuk saat ini, Khofifah lebih memfokuskan hal tersebut pada ekosistemnya. Selanjutnya skilleber tersebut akan disiapkan untuk masuk gig work, terlebih mengingat 29,4% PDHB Jawa Timur berasal dari sektor industri. ”Sementara ini ekosistemnya, kan, tellen, klien, dan mentor. Dunia perguruan tinggi bisa menjadi mentor dari tellen kami yang terutama masuk pada gic ekonomi,”


Terakhir, Khofifah menegaskan kalau pendidikan adalah solusi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Sebab, dari data yang disebutkan ada 7,34% siswa kelas VII SMP sudah berhenti sejak semester satu. Oleh karenanya, Khofifah memandang perlunya motivasi untuk para pelajar serta perlunya sosialisasi yang berkelanjutan untuk mengatasi hal tersebut.  (Ir/ra)
×
Berita Terbaru Update