WKUTM – Universitas Trunojoyo
Madura menjadi tuan rumah dalam rapat kerja rektor dan wakil rektor perguruan
tinggi negeri se-Jawa Timur, Selasa (6/8). Dengan menggandeng pemerintah daerah
Jawa Timur, kerja sama ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dengan mengoptimalkan
potensi setiap perguruan tinggi.
Kerja sama yang diadakan untuk
pertama kalinya ini melibatkan 11 PTN, diantaranya Universitas Negeri Malang,
Universitas Brawijaya, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim,
Universitas Negeri Pembangunan Veteran, Universitas Airlangga, Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Institut
Teknologi Sepuluh November, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri Jember,
dan Universitas Trunojoyo. Para PTN terlibat menyatakan siap untuk
berkolaborasi mendukung Jawa Timur mulai
dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun inovasi-inovasi teknologi.
Dalam pertemuan yang digelar di
Gedung Graha Utama Lt. 10 tersebut, tiap PTN diberi kesempatan untuk
menunjukkan potensi-potensi yang dimiliki serta memaparkan kendala yang tengah
dihadapi. Selanjutnya mereka meminta pandangan Gubernur Jatim terkait posisi dan
peran PTN dalam kerjasama kali ini.
Khofifah Indar
Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur
menyinggung tingginya angka pengangguran terbuka dari lulusan SMK. Dengan program tistas (program gratis
berkualitas), Khofifah berharap kualitas pendidikan Jawa Timur bisa lebih baik.
Di samping itu, ia juga mengharapkan sinergi antara SMK yang dengan PTN yang memiliki
program vokasi di dalamnya. Menurutnya, setiap PTN memiliki program vokasi,
tinggal yang jadi tugasnya adalah menyingkronkan dengan SMK-SMK yang ada, ”Masing-masing
perguruan tinggi ada vokasinya. Tapi mana vokasi yang berseiring dengan SMK-SMK
yang ada, ini yang butuh disinkronkan,” ungkapnya.
Input yang diharapkan dari kerja
sama antara vokasi dengan SMK adalah skilleber yang lebih spesifik. Hal ini ada
kaitannya dengan milenial job center.
Namun untuk saat ini, Khofifah lebih memfokuskan hal tersebut pada ekosistemnya.
Selanjutnya skilleber tersebut akan disiapkan untuk masuk gig work, terlebih
mengingat 29,4% PDHB Jawa Timur berasal dari sektor industri. ”Sementara ini
ekosistemnya, kan, tellen, klien, dan mentor. Dunia perguruan tinggi bisa
menjadi mentor dari tellen kami yang terutama masuk pada gic ekonomi,”
Terakhir, Khofifah menegaskan
kalau pendidikan adalah solusi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Sebab,
dari data yang disebutkan ada 7,34% siswa kelas VII SMP sudah berhenti sejak
semester satu. Oleh karenanya, Khofifah memandang perlunya motivasi untuk para
pelajar serta perlunya sosialisasi yang berkelanjutan untuk mengatasi hal
tersebut. (Ir/ra)
