WKUTM - Pengukuhan dua guru besar Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (FT UTM) dilaksanakan di Gedung Pertemuan (21/08). Dua dosen FT yang dikukuhkan adalah Rachmad Hidayat selaku Dosen Teknik Industri dan Arif Muntara, Dosen Teknik Informatika.
Pengukuhan tersebut berdasarkan keputusan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 11042/M/KP/2019 dan Nomor 2235/M/KP/2019 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen Menristekdikti.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 46 tahun 2013 pasal 26 ayat 3, dijelaskan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi dosen menjadi guru besar antara lain, ijazah doktor atau yang sederajat, paling singkat tiga tahun setelah memperoleh ijazah doktor, karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat sepuluh tahun.
Dalam acara yang dibuka oleh ketua Senat tersebut, Rahmad Hidayat melakukan orasi ilmiah bertema ‘Peran Keilmuan Manajemen Industri pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0’
”Society 5.0 dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak negatif revolusi industri 4.0 yang mendegradasi peran manusia, konsep ini menyebabkan manusia tidak menghilangkan perannya dalam era digital, tentu diharapkan hal ini menjadi tatanan baru dalam bermasyarakat,” Jelas pria asal Pamekasan tersebut.
Ia juga menambahkan peran UTM agar secepatnya beradaptasi dan siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0 dengan meyelaraskan visi UTM, serta menciptakan lulusan yang mampu bersaing di era tersebut.
”UTM harus mampu menyusun strategi untuk merespon revolusi industri 4.0 dan society 5.0 dengan penyelarasan beberapa hal yaitu local content, internalization, smart campus, character building 4.0, Innovative learning system, distance learning system, teaching industry,” tambahnya.
Di kesempatan selanjutnya, Arif Muntasi menyampaikan orasi ilmiah dengan bahasan ‘Peta Jalan Penelitian dan Implementasi Ilmu Biometrika’ yang mana menurutnya saat ini dan masa mendatang perkembangan teknologi khususnya di bidang pendidikan harus dikembangkan. Pihaknya juga berharap bahwa proses tersebut diterapkan pada pembelajaran di UTM.
”Pembelajaran saat ini sangat berbeda dengan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, dulu dosen atau guru membawa buku yang tebal saat masuk kelas. Namun, kini hampir tidak pernah kita temui. Saat ini di beberapa negara sudah mulai memanage proses pembelajarannya menggunakan E-learning. jadi saya harap hal tersebut juga bisa di implementasikan di proses pembelajaran kita.” harap pria asal Tuban tersebut. (sur/wuk)
