Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kampung Karakter UTM Masih Belum Jelas

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 11.00.00 WIB Last Updated 2019-08-03T18:00:55Z
PPKMB UTM 2019. Foto : Uli


Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UTM tahun 2019 dilaksanakan hari ini, Sabtu, (3/8). Dalam acara keempat, UTM menggelar tema kampung karakter. Tema kampung karakter sendiri menjadi tujuan perwujudan literasi bagi kalangan mahasiswa UTM khususnya mahasiswa baru. Sayangnya, output yang  dihasilkan dengan pembentukan kampung karakter belum direncanakan dengan matang.

Agung ali fahmi selaku wakil rektor III (Warek III) memaparkan maksud dari kampung karakter ialah wadah untuk menyelaraskan karakter pendidikan. ”Hal ini menyingkronisasai ideal, nilai, dan  berpikir didalam lingkungan pendidikan dengan kenyataan yang dihadapi sekarang. Misalnya masyarakat mengatakan kumpul kebo itu tidak baik, maka masyarakat kita juga harus menyatakan hal yang sama,”paparnya.

Agung juga mengatakan, kampung karakter merupakan  satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan gerakan literasi.  ”Universitas ditekankan untuk melek literasi, jadi lingkungan harus mampu menyediakan fasilitas yang memadai seperti kampung karakter ini,”ujar pria asal malang tersebut.

Selain itu, menurut informasi yang didapat dari agung kampung karakter yang berlokasi di sekitar kampus UTM, telah disahkan dan memiliki sk pada awal bulan mei oleh tim. Namun, ketika dimintai keterangan, Agung tidak menjelaskan secara rinci perihal struktur tim pembentuk kampung karakter serta tanggal penurunan sk. ”Bulan mei kok, dan timnya itu dosen,”dalihnya.

Tidak hanya perkara waktu pembentukan, lokasi kampung karakter juga masih belum diketahui secara jelas. ”Ya lokasinya di sekitar kampus UTM,”ujar Agung.

Goldanu bintan mahasiswa prodi sastra inggirs ini mengaku tidak pernah mengetahui perihal kampung karakter yang telah dibentuk. ”Loh, sejak bulan mei saya tidak pernah dengar tentang kampung karakter jadi sampai sekarang saya masih tidak tahu lokasinya,”tutur mahasiswa semester tujuh tersebut.

Hasil yang diharapkan dengan pembentukan kampung karakter masih simpang siur. Agung menyatakan hasil dari kampung karakter merupakan proses menuju kebaikan sehingga belum dapat dipastikan berupa apa. Kemudian ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait kejelasan konsep, perbedaan kampung karakter dengan kampung yang lain, serta tujuan kampung karakter, Agung ali fahmi tidak memberikan pernyataan dan pergi.(Mid/Aww)

×
Berita Terbaru Update