| PPKMB UTM 2019. Foto : Uli |
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa
Baru (PKKMB) UTM tahun 2019 dilaksanakan hari ini, Sabtu, (3/8). Dalam acara
keempat, UTM menggelar tema kampung karakter. Tema kampung karakter sendiri
menjadi tujuan perwujudan literasi bagi kalangan mahasiswa UTM khususnya
mahasiswa baru. Sayangnya, output yang dihasilkan dengan pembentukan kampung karakter
belum direncanakan dengan matang.
Agung ali fahmi selaku wakil rektor III
(Warek III) memaparkan maksud dari kampung karakter ialah wadah untuk
menyelaraskan karakter pendidikan. ”Hal ini menyingkronisasai ideal, nilai,
dan berpikir didalam lingkungan
pendidikan dengan kenyataan yang dihadapi sekarang. Misalnya masyarakat
mengatakan kumpul kebo itu tidak baik, maka masyarakat kita juga harus
menyatakan hal yang sama,”paparnya.
Agung juga mengatakan, kampung karakter
merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dengan gerakan literasi. ”Universitas
ditekankan untuk melek literasi, jadi lingkungan harus mampu menyediakan fasilitas
yang memadai seperti kampung karakter ini,”ujar pria asal malang tersebut.
Selain itu, menurut informasi yang
didapat dari agung kampung karakter yang berlokasi di sekitar kampus UTM, telah
disahkan dan memiliki sk pada awal bulan mei oleh tim. Namun, ketika dimintai
keterangan, Agung tidak menjelaskan secara rinci perihal struktur tim pembentuk
kampung karakter serta tanggal penurunan sk. ”Bulan mei kok, dan timnya itu
dosen,”dalihnya.
Tidak hanya perkara waktu pembentukan,
lokasi kampung karakter juga masih belum diketahui secara jelas. ”Ya lokasinya
di sekitar kampus UTM,”ujar Agung.
Goldanu bintan mahasiswa prodi sastra
inggirs ini mengaku tidak pernah mengetahui perihal kampung karakter yang telah
dibentuk. ”Loh, sejak bulan mei saya tidak pernah dengar tentang kampung
karakter jadi sampai sekarang saya masih tidak tahu lokasinya,”tutur mahasiswa
semester tujuh tersebut.
Hasil yang diharapkan dengan pembentukan
kampung karakter masih simpang siur. Agung menyatakan hasil dari kampung
karakter merupakan proses menuju kebaikan sehingga belum dapat dipastikan
berupa apa. Kemudian ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait kejelasan
konsep, perbedaan kampung karakter dengan kampung yang lain, serta tujuan
kampung karakter, Agung ali fahmi tidak memberikan pernyataan dan
pergi.(Mid/Aww)
