![]() |
| Rekor Seribu Tongkosan UTM. Foto : Maa |
WKUTM
- Pembuatan ikat kepala tradisional Madura (Tongkosan) untuk memecahkan rekor
Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) digelar pada hari ketiga (7/8) Pengenalan
Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas
Trunojoyo Madura (PKKMB FISIB UTM). Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dan
kontribusi Mahasiswa terhadap budaya Madura.
Menurut Bangun Sentosa
selaku Wakil Dekan III (WADEK III) alasan
pemilihan tongkosan menjadi objek untuk rekor MURI sebab jarang masyarakat yang
mampu membuat tongkosan. “Tidak banyak yang bisa membuat tongkosan, hingga saat
ini yang mampu membuat salah satunya, raden rahmat di kabupaten bangkalan ini.”
Tuturnya.
Sekitar seribu tongkosan
yang terbuat dari kain batik ini menjadi satu-satunya di dunia pencetak rekor
pembuatan ikat kepala tradisional dengan peserta terbanyak, sekaligus UTM akan
menjadi referensi dunia. Hal tersebut dibenarkan oleh Sri Widayati selaku eksekutif Manajer Muri, dirinya mengatakan
Tongkasan termasuk kriteria paling atau ter, yaitu dengan jumlah terbanyak.
“Jadi kriteria pemilihan rekor muri itu ada empat, yakni PPUL (Paling, Pertama,
Unik, Langka) nah ini termasuk paling banyak di Madura,”terangnya.
Surokim selaku Dekan FISIB
berharap dengan adanya pemecahan rekor muri pembuatan tongkosan adalah salah
satu bentuk pelestarian budaya Madura. ”Harapan saya kegiatan semacam ini
supaya dapat terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan generasi bangsa. Di
mulai dari tongkosan, panahan tradisional atau jemparingan, rumah tradisional,
dan kegiatan tematik yang lain,”pungkas pria asal lamongan tersebut. (Yun/Aww)

