Senin, 18 April 2016

,

Demonstrasi Menuntut Perbaikan Jalan

Demonstrasi Menuntut Perbaikan Jalan WKUTM- Badan Eksekutif Mahasiswa kabinet Nusantara (BEM-KN) bersama Aliansi mahasiswa UTM Senin pagi, (18/04) melakukan aksi demonstrasi dari lokasi jalan rusak menuju kampus sampai gedung Rektorat Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dalam aksinya Mereka menuntut pihak kampus segera mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) agar segera memperbaiki akses jalan menuju kampus. Meski jalannya aksi diwarnai dengan blockade jalan menuju kampus dan penanaman pohon pisang dijalan yang berlubang tetap berjalan damai. Selama di luar area kampus aksi demonstrasi dikawal ketat olek Pihak kepolisian. Setelah sampai di gedung Rektorat UTM bentuk protes massa selain melalui orasi juga bersama-sama melepas sepatu untuk disandingkan didepan Pimpinan kampus. Kegeraman massa yang ditujukan kepada pimpinan kampus karena anggapan bahwa selama ini jajaran rektorium tutup mata. Adapun tuntutan dalam demo meliputi kecaman keras desakan langsung kepada Muh. Syarif selaku Rektor UTM supaya melakukan langkah kongkrit melihat persoalan jalan rusak dan banjir. Kemudian Rektor beserta Pimpinan kampus juga segera mendesak Pemkab Bangkalan Dan BPWS demi mempercepat realisasi perbaikan jalan. Rektor UTM Muh. Syarif memberikan tanggapan atas tuntutan massa dengan meluruskan persepsi bahwa perbaikan jalan akses menuju kampus bukan tanggung jawab kampus. Bulan Oktober 2015 lalu pihak UTM sudah ada perjanjian Memorandum of Understanding (MOU) dengan PEMKAB Bangkalan dan BPWS untuk memperbaiki infrastruktur menuju kampus. ”Saya sudah melakukan mediasi dengan bupati Bangkalan dan ini hasil dari mediasi tersebut terdapat dalam surat MOU yang dikirim oleh BPWS kepada bupati Bangkalan,” ujar Moh. Syarif. Untuk meredam aksi demo surat perjanjian MOU tersebut oleh rektor ditunjukkan kepada Koordinator Lapangan (Korlap). Di surat tersebut dengan jelas menyebutkan tentang rencana peningkatkan dan pelebaran jalan akses UTM selebar 9,0 meter dan Simpang Empat Morkepek-UTM selebar dengan ruas jalan 6,0 meter yang menjadi kolektor primair menghubungkan 2 (dua) ruas jalan arteri yaitu jalan akses Suramadu dan Kamal-Bangkalan. Dari surat ini pula diketahui oleh massa jika perluasan dan perbaikan jalan akan dilaksanakan pada bulan juni 2016. Akhirnya setelah menerima penjelasan dari pimpinan dan ditunjukkan bukti secara langsung pendemo bersedia membubarkan diri dengan damai. Sebagian lain langsung kembali ke ruang kuliah bersama besiap-siap untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). (ROBIN/KAK)

Presma dan Aliansi Mahasiswa UTM Sewaktu Melakukan Aksi Demo. Foto: Vain 
WKUTM- Badan Eksekutif Mahasiswa kabinet Nusantara (BEM-KN) bersama Aliansi mahasiswa UTM Senin pagi, (18/04) melakukan aksi demonstrasi dari lokasi jalan rusak menuju kampus sampai gedung Rektorat Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dalam aksinya mereka menuntut pihak kampus segera mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) agar segera memperbaiki akses jalan menuju kampus.

Meski jalannya aksi diwarnai dengan blockade jalan menuju kampus dan penanaman pohon pisang dijalan yang berlubang tetap berjalan damai. Selama di luar area kampus aksi demonstrasi dikawal ketat olek Pihak kepolisian. Setelah sampai di gedung Rektorat UTM bentuk protes massa selain melalui orasi juga bersama-sama melepas sepatu untuk disandingkan didepan Pimpinan kampus.

Kegeraman massa yang ditujukan kepada pimpinan kampus karena anggapan bahwa selama ini jajaran rektorium tutup mata. Adapun tuntutan dalam demo meliputi kecaman keras desakan langsung kepada Muh. Syarif selaku Rektor UTM supaya melakukan langkah kongkrit melihat persoalan jalan rusak dan banjir. Kemudian Rektor beserta Pimpinan kampus juga segera mendesak Pemkab Bangkalan Dan BPWS demi mempercepat realisasi perbaikan jalan.

Rektor UTM Muh. Syarif memberikan tanggapan atas tuntutan massa dengan meluruskan persepsi bahwa perbaikan jalan akses menuju kampus bukan tanggung jawab kampus. Bulan Oktober 2015 lalu pihak UTM sudah ada perjanjian Memorandum of Understanding (MOU) dengan PEMKAB Bangkalan dan BPWS untuk memperbaiki infrastruktur menuju kampus. ”Saya sudah melakukan mediasi dengan bupati Bangkalan dan ini hasil dari mediasi tersebut terdapat dalam surat MOU yang dikirim oleh BPWS kepada bupati Bangkalan,” ujar Muh. Syarif.

Untuk meredam aksi demo surat perjanjian MOU tersebut oleh rektor ditunjukkan kepada Koordinator Lapangan (Korlap). Di surat tersebut dengan jelas menyebutkan tentang rencana peningkatkan dan pelebaran jalan akses UTM selebar 9,0 meter dan Simpang Empat Morkepek-UTM selebar dengan ruas jalan 6,0 meter yang menjadi kolektor primair menghubungkan 2 (dua) ruas jalan arteri yaitu jalan akses Suramadu dan Kamal-Bangkalan. Dari surat ini pula diketahui oleh massa jika perluasan dan perbaikan jalan akan dilaksanakan pada bulan juni 2016.

Akhirnya setelah menerima penjelasan dari pimpinan dan ditunjukkan bukti secara langsung pendemo bersedia membubarkan diri dengan damai. Sebagian lain langsung kembali ke ruang kuliah bersama besiap-siap untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). (ROBIN/KAK)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra