Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelaksanaan Hari Pertama PKKMB Sakera 2024

Senin, 05 Agustus 2024 | 10.39.00 WIB Last Updated 2024-08-05T17:40:02Z
WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melaksanakan hari pertama  Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)  Sakera di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer (5/8). Acara yang dihadiri oleh 4.100 mahasiswa baru tersebut mengusung tema “Lestari Budaya Nusantara, Wujudkan Visi Trunojoyo Muda”.

Hari pertama pelaksanaan PKKMB Sakera 2024 diisi dengan materi oleh Slamet Ariyadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang menjelaskan perihal empat pilar yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Melalui empat pilar tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan. 

”Hari ini mahasiswa diberikan materi ini agar mampu serta memiliki suatu keinginan yang kokoh untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan untuk kebangsaan,” ujarnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi oleh Wakil Kapolres Bangkalan yaitu Andi Febrianto. Ia menuturkan kepada mahasiswa baru agar selalu waspada terhadap pergaulannya agar tidak menjurus ke hal negatif. Selain itu, diimbau agar selalu menjaga keamanan kendaraan ketika berada di wilayah kampus. Sebab para korban pencurian kendaraan sepeda motor masih didominasi oleh para mahasiswa.

”Khusus wilayah Kamal kami melakukan patroli baik terbuka dan tertutup. Tapi kalau teman-teman sembarangan menaruh kendaraan, orang yang tidak berniat mencuri jadi memiliki keinginan,” jelasnya.

Setelah melakukan sosialisasi, tiba pada materi ketiga oleh Rektorium UTM yang menjelaskan tentang perkenalan kampus mulai dari sejarah berdirinya UTM yang semula bernama Universitas Bangkalan (Unibang) sampai dengan perkenalan status UTM yang saat ini menyandang status Badan Layanan Umum (BLU). Serta penjelasan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa baru. 

Kemudian pemateri terakhir, Muhammad Rizky Taufan selaku Budayawan Madura menyoroti perihal bagaimana generasi muda menjadi Katalisator, yakni menjadi sesuatu yang dapat membawa perubahan ke arah yang baik bagi kebudayaan Bangsa Indonesia.

”Sebagai individu, mahasiswa bisa melakukan perubahan kecil seperti memperlihatkan budaya mereka dengan memakai baju daerah atau lain sebagainya,” ujar pemateri terakhir tersebut. (NRA/SHA)

×
Berita Terbaru Update