Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Sediakan 30 Kuota Mahasiswa Warga Negara Asing

Sabtu, 13 Juli 2024 | 04.58.00 WIB Last Updated 2024-07-13T12:27:30Z
WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) membuka pendaftaran International Students Scholarship yang diperuntukkan bagi Warga Negara Asing (WNA) pada 28 Mei hingga 17 Juli 2024. Adapun UTM mencatat terdapat 97 pendaftar dari 30 kuota yang disediakan.

Bangun Sentosa Dwi Haryanto, selaku People In Charge (PIC) International Students Scholarship menjelaskan motivasi diadakannya beasiswa bagi WNA tersebut untuk mendukung program internasionalisasi UTM, sehingga dapat memperkuat program-program lainnya.

”Jadi kita tidak sekadar berbasis nasional atau hanya mengirim mahasiswa dari UTM ke luar negeri, tetapi dari luar negeri pun juga bisa berkuliah di sini nantinya,” jelasnya (10/7).

Pria yang kerap disapa Bangun tersebut mengaku hingga Rabu, (10/7) jumlah WNA yang telah daftar International Students Scholarship sebanyak 97 orang dari kuota yang disediakan sebanyak 30 orang. Pendaftar tersebut tak hanya berasal dari Association of South East Asian Nations (ASEAN), tapi juga dari luar ASEAN.

”Sebenarnya, kita targetnya hanya mahasiswa dari negara-negara di ASEAN. Tapi ternyata, pendaftarnya itu di luar ekspektasi kita. Ada dari Sudan, Nigeria, Amerika Selatan, India, dan Pakistan juga. Jadi kita patut bersyukur sekali, karena beasiswa ini baru sekali dilakukan di tahun ini,” tuturnya kepada Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa.

Kemudian, perihal seleksi, Bangun mengungkapkan jika pendaftar akan melewati seleksi administrasi dan akademik, dilanjutkan dengan wawancara yang dilakukan secara daring. Setelah itu, pendaftar diberikan kesempatan untuk memilih tiga Program Studi (Prodi). Pilihan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Koordinator Prodi (Kooprodi) untuk ikut menyeleksi.

 ”Jadi mereka dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Karena tiap Prodi punya standar sendiri terkait mahasiswanya,” tuturnya.

Pendaftar beasiswa yang telah diterima diperkirakan tiba di UTM antara akhir bulan Agustus hingga September, sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

”Untuk WNA yang diterima di tahun ini, kemungkinan belum bisa mengikuti PKKMB, karena mereka harus mengurus berkas-berkas. Mereka datang paling cepat akhir Agustus atau bisa juga September,” ujarnya.

Terkait bahasa yang akan digunakan, Bangun menjelaskan pendaftar diharapkan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini sejalan dengan sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Filipina, Thailand, dan Vietnam yang telah menerapkan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), sehingga mereka yang sudah mengikuti BIPA diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik saat berkuliah di UTM.

”Jadi, mereka yang sudah punya BIPA lebih bagus lagi karena memperkuat dalam berkomunikasi mereka nantinya,” jelasnya.

Kendati demikian, UTM tetap mengadakan kursus atau pelatihan bahasa Indonesia secara gratis bagi penerima beasiswa tersebut. Pelatihan itu dilakukan selama delapan bulan dengan tujuan mempermudah komunikasi saat pembelajaran. Setelah itu, penerima beasiswa akan digabung dengan mahasiswa UTM lainnya, sehingga tidak ada pengkhususan atau kelas tersendiri. 

”Mudah-mudahan, ketika diberi kursus tersebut nantinya bisa maksimal bagi mereka,” imbuhnya.

Sama halnya dengan Bangun, Imron Wakhid Harist, selaku Kepala International Relation Office (IRO) menjelaskan nantinya pelatihan BIPA selama delapan bulan tersebut akan melibatkan IRO dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bahasa.
IRO nantinya juga akan menjadi pihak yang membantu proses kedatangan mahasiswa asing ke UTM. Mulai dari pengiriman invitation letter, lapor diri, hingga pembuatan visa dan paspor. Mahasiswa asing yang telah terdata IRO akan dibuatkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) melalui Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK).

”Nantinya mahasiswa asing terdaftar di IRO dan memiliki NIM yang nanti akan dibantu oleh BAK,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon (9/7).

Bangun berharap adanya program International Students Scholarship ini dapat lebih menguatkan UTM untuk memiliki daya kompetisi di tingkat internasional. (STV/KHA)
×
Berita Terbaru Update