WKUTM – Hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) digelar secara Dalam Jaringan (Daring) via zoom dan live streaming YouTube. Agenda PKKMB hari ini meliputi pengenalan sebagian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan pemberian materi dengan tema ”Mengenal Pancasila Sebagai Dasar Negara, UUD 1945 sebagai Konsorsium Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Kesatuan Negara” (03/08).
Terdapat dua pemateri, yakni staf khusus Menteri Agama dan seorang mantan Presiden Mahasiswa terakhir dari Universitas Bangkalan (Unibang). Namun, terdapat kendala pada audio saat pemaparan materi berlangsung.
Abdul Rochman, selaku pemateri pertama sekaligus staf khusus Menteri Agama menyampaikan bahwa terdapat tantangan internal berupa kelompok yang cenderung ingin merubah sistem negara, dan yang kedua ialah kelompok yang bergerak dengan mengatasnamakan agama. Kedua kelompok ini aktif melakukan propaganda bahkan di media sosial sekalipun. Sedangkan kelompok ketiga merupakan kelompok yang acuh dengan kepentingan negara. Terkait hal ini Abdurrahman memberikan sebuah himbauan terhadap maba.
“Jangan lelah mencintai Indonesia, jadilah mahasiswa yang berpikir kritis, yang sehat bermedia sosial, menjadi aktivis mahasiswa, jangan sebagai mahasiswa kutu buku saja, namun jadilah agen moderasi beragama,” himbaunya pada (03/08).
Menanggapi pemaparan materi tersebut, Mohammad Irvan Suryadiansyah selaku peserta PKKMB 2021 mengungkapkan bahwa pemateri sudah sangat jelas dalam menyajikan materinya. Selain itu Irvan mengaku kalau dirinya dapat mengerti bahwa adanya tantangan internal itu sangat membahayakan.
”Untuk pemateri sangat bagus, sebab dengan mengetahui hal itu kita mampu berhati-hati dalam menanggapi ajakan pihak yang membenturkan agama dengan negara khususnya kelompok radikal yang berbahaya dan harus dijauhi,” jelasnya.
Mengenai kendala audio; saat pemaparan materi oleh pemateri kedua oleh Syafi’, selaku mantan Presiden Mahasiswa terakhir dari Universitas Bangkalan (Unibang) via live streaming YouTube terdapat permasalahan berupa terganggunya audio sehingga suara yang dihasilkan seperti menggema dan memantul, selain itu juga mengalami volume rendah di pertengahan sesi podcast yang ada. Hal ini memicu keluhan dari maba yang mengikuti siaran YouTube dalam live chat.
Anandhari Alfitho Deanova, maba prodi Teknik Informatika membenarkan bahwa sempat terjadi gelombang audio pada zoom dan YouTube yang bergema dan memantul. Selain itu saat podcast berlangsung Alfitho juga mengatakan bahwa suaranya terdengar kecil.
”Untuk masalah volume, ada beberapa bagian dimana suara terdengar gema atau mantul. Lalu saat podcast suara juga agak kecil,” papar maba asal Jombang tersebut.
Adapun keluhan berasal dari Hikmatul Maghfirog, maba prodi Manajemen ini turut mengungkapkan keluhannya bahwa kendala audio tersebut cukup mengganggu, bahkan pihaknya menyayangkan durasi kendala tersebut yang cukup lama sehingga dirinya harus rela kehilangan beberapa pemaparan materi saat kendala itu berlangsung.
”Saya kurang fokus, masih terdengar namun itupun saya paksakan. Kira-kira sekitar sepuluh menit suara bergema sehingga banyak melewatkan materi berupa wawasan kebangsaan,” ujarnya.
senada dengan Hikma, Mohammad Irvan Suryadiansyah, salah satu maba prodi teknik elektro. Irvan mengatakan bahwa kendala kualitas suara dari video YouTube dan zoom tersebut mengganggu jalannya penyampaian materi, sehingga dirinya pun sampai tidak mendengar secara jelas apa yang disampaikan pemateri. Irvan pun berharap kejadian yang sama tidak akan terulang lagi untuk kedepannya.
”Sangat mengganggu jalannya materi, jadi materi yang disampaikan kurang jelas. Harapan saya pada kegiatan selanjutnya supaya tidak terulang lagi karena mengganggu jalannya acara ini,” harapnya. (Ret/J2)
