Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kesiapan UTM Menanggapi Kebijakan PTM Terbatas Menteri Pendidikan

Senin, 30 Agustus 2021 | 12.21.00 WIB Last Updated 2021-08-30T19:35:12Z


 

WKUTM - Berdasarkan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbaru, daerah dengan PPKM level satu sampai tiga dapat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Namun hingga saat ini, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang termasuk wilayah Bangkalan PPKM level tiga masih belum memastikan kegiatan perkuliahan akan dilaksanakan secara  Dalam Jaringan (Daring) atau Luar Jaringan (Luring).

 

Hal ini diungkapkan Ningwar, selaku  Satuan Tugas (Satgas) Corona Viruses Disease 2019 (Covid-19). Pihaknya menuturkan bahwa masih belum dapat memastikan kebijakan apa yang akan diambil oleh pihak UTM. Selain itu, Ningwar juga menambahkan bahwa terkait keputusannya akan dirapatkan lagi nanti. Hal ini dikarenakan harus mempersiapkan pemeriksaan mahasiswa yang telah divaksin.

 

Dari diskusi yang telah dilakukan, sementara ini keputusannya Daring dan Luring, karena harus persiapan pemeriksaan mahasiswa," tuturnya saat ditemui di ruangannya (30/7).

 

Selain itu, Ningwar juga menanggapi terkait wilayah Bangkalan yang masuk kategori level tiga. Pihaknya menerangkan bahwa persiapannya masih perlu diatur oleh Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik.

 

”Kalau dari sisi Kementrian memang boleh, namun masih perlu diatur lagi oleh pimpinan tingginya, dalam hal ini Warek 1 Bidang Akademik,” tutur pria asal Bangkalan tersebut.

 

Adapun terkait sarana prasarana kesehatan, Ningwar menilai UTM sendiri sudah mencukupi. Bahkan sudah siap sejak tahun 2020 seperti tempat cuci tangan, dan pengukur suhu telah disediakan untuk fakultas dan laboratorium.

 

”Untuk sarana dan prasarana sudah siap, hanya tinggal cuci tangan, ada semua di depan,” ungkap Ningwar.

 

Siti Nurfitria, selaku kepala Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) UTM, menuturkan pihak UPK akan mengikuti kebijakan yang diputuskan pihak UTM. Dirinya juga setuju dengan arahan yang diberikan oleh Kementerian jika civitas academica yang terlibat telah divaksin serta menerapkan prosedur kesehatan yang ketat.

 

“Saya pribadi setuju asalkan civitas academica yang terlibat telah mendapatkan vaksin dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tuturnya (30/08).

 

Sementara itu, M. Alfian Nur Riski, selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, mengaku menyutujui arahan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim.

 

”Kalau menteri sudah memutuskan berarti sudah dipertimbangkan secara matang, jadi setuju saja,” ungkap Alfian (30/08).

 

Selain itu, Alfian menilai bahwa perkuliahan secara Luring lebih baik jika dibandingkan dengan Daring karena dalam berinteraksi lebih nyaman ketika kuliah Luring. Dirinya juga menambahkan jika perkuliahan Luring lebih meminimalisir adanya miskomunikasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

 

”Interaksi saat KBM lebih nyaman ketika Luring, selain itu juga bisa mereduksi adanya miskomunikasi. Sedangkan kalau Daring banyak kendala, misalnya soal sinyal,” ungkap Mahasiswa asal Sidoarjo tersebut.

 

Alfian berharap agar pihak UTM melaksanakan kebijakan kuliah tatap muka terbatas sesuai dengan arahan Kemendikbud Ristek. (Gi/Dji)

 

 

 

×
Berita Terbaru Update