Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keluhan dan Masukan Mahasiswa Baru Terkait PKKMB 2021

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18.38.00 WIB Last Updated 2021-08-05T03:18:28Z

 

 


 

WKUTM – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2021 telah resmi ditutup. Selama tiga hari pelaksanaan PKKMB 2021 beberapa mahasiswa baru (Maba) mengeluhkan adanya kendala yang terjadi terkait beberapa hal selama acara berlangsung. Adapun permasalahan tersebut berupa mengeluhkan ketidakefektifan kegiatan PKKMB dalam jaringan (Daring) hingga pendeknya pemberian deadline penugasan.

 

XYZ selaku salah satu maba mengeluhkan ketidakefektifan pelaksanaan PKKMB karena banyak maba yang dinilai tidak disiplin ketika acara PKKMB 2021 berlangsung. Maba yang menghadiri PKKMB melalui You Tube banyak yang tidur ketika acara berlangsung, hanya absen, dan ada pula yang belum mengerjakan penugasan. Beberapa maba juga ada yang makan ketika acara berlangsung.

 

“Jujur nggak efektif sama sekali, kayak ajang bolos berjamaah” keluhnya (03/08).

 

Selain XYZ, terdapat HA yang juga mengungkapkan keluhannya terkait PKKMB 2021, utamanya terkait penugasan yang diberikan oleh panitia. HA mengeluhkan  tugas-tugas yang diberikan karena durasi pengerjaan yang pendek. Dia bahkan menilai tugas tersebut kurang wajar.

 

Selain durasi pengerjaan yang pendek, HA juga menyebutkan adanya tugas yang diberikan secara mendadak. Tugas tersebut yaitu aktualisasi dimana maba diharuskan membuat video dan laporan untuk mengungkap kembali potensi daerah, tempat bersejarah, lokasi wisata, pekerja seni dan ekonomi kreatif, serta studi ketokohan yang menceritakan kisah heroic yang beredar di masyarakat lokal.

 

“Dikasih tugas siang kemarin, deadline video siang ini, deadline laporan nanti malem. Tugas yang kurang wajar sih, karena di luar schedule,” keluhnya (04/08).

 

HA mengaku telah menyampaikan keluhannya tersebut kepada Liaison Officer (LO), sayangnya balasan yang dia terima dinilai tidak memuaskan. HA menilai LO tersebut membandingkan nasib dengan memberikan respon bahwa dahulu dirinya memiliki tugas PKKMB yang jauh lebih berat.

 

“Dikeluh kesahi malah adu nasib,” ujar HA.

 

Dirinya juga mengaku sampai menghubungi panitia melalui direct message (DM)  Instagram untuk menyuarakan keluhannya terkait banyaknya tugas dengan durasi pengerjaan yang pendek. Sayangnya keluhannya tersebut tidak mendapatkan tanggapan apapun dari pihak panitia.

 

Saya mencoba positif thingking mungkin panitia sedang mempersiapkan PKKMB,” ungkapnya.

Adapun terkait permasalahan LO yang membatasi hak bersuara maba melalui imbauan, HA mengungkapkan bahwa hal ini membuat kebanyakan mahasiswa baru bungkam beersuara.

 

“Mereka tidak berani mengungkapkan pendapat kemungkinan karena ada himbauan dari LO supaya tidak menerima tawaran wawancara,” lanjutnya.

 

HA berharap agar kedepannya masalah audio, tugas dadakan dengan deadline yang sangat singkat dapat diperbaiki lagi. Selain itu dia juga berharap agar tidak ada lagi panitia yang membandingakan tugas PKKMB dahulu dan saat ini ketika maba menyampaikan keluhan kepada panitia di tahun selanjutnya.

 

“Dan semoga PKKMB tahun depan tidak ada adu nasib lagi,” harapnya.

 

Di lain sisi, beberapa LO yang sudah dihubungi oleh tim Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa berdalih sedang rapat, tidak memiliki waktu senggang atau enggan memberikan jawaban.

 

Sementara itu, hingga berita ini terbit, Moh. Lutfi Hidayat selaku Ketua Pelaksana PKKMB 2021 masih belum memberikan keterangan. (Ang/Aml)

 

 

×
Berita Terbaru Update