WKUTM – GoodNews From Indonesia (GNFI) menyelenggarakan diskusi virtual melalui zoom dengan tema ”Indeks Optimisme Indonesia 2021.” Kegiatan ini dihadiri sekitar 87 peserta dan dipantik langsung oleh beberapa narasumber terkenal seperti Najeela Shihab, Roby Muhamad, dan Ahmad Erani Yustika. Adapun survei terkait tingkat optimisme yang digunakan dalam diskusi ini merupakan survei yang telah dilakukan sejak tahun 2008 dan kini dilakukan kembali di usia kemerdekaan Repbulik Indonesia yang ke-76 (13/08).
Akhyari Hananto, selaku Founder GNFI, menuturkan bahwa maksud diadakannya diskusi ini adalah untuk memberikan manfaat bagi semua orang.
”Semoga apa yang kami upayakan, baik melalui indeks optimisme yang kami lakukan setiap tahun maupun upaya lainnya di GNFI memberikan sedikitnya manfaat bagi semua orang khususnya generasi muda,” tuturnya (13/08).
Acara yang dimulai pukul 09:00 ini, merupakan kerja sama antara GNFI dengan Lembaga Survei Kedai Kopi. Dalam surverinya, mereka membagi perhatian pada lima area utama yang dikaitkan dengan optimisme generasi muda, yakni bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kebutuhan Dasar, Ekonomi dan Kesehatan, Kehidupan Sosial, Politik dan Hukum.
Namun dari kelima bidang tersebut, Kunto Adi Wibowo, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI & Peneliti Komunikasi dan Media, menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat optimisme generasi muda tertinggi berada pada sektor pendidikan dan kebudayaan.
”Tingkat daripada optimisme generasi muda tertinggi berada pada sektor pendidikan dan kebudayaan. Faktornya karena semakin mudahnya akses pendidikan berkualitas di Indonesia dan diterimanya produk kerajinan tangan Indonesia pada level dunia,” ujar Kunto (13/08).
Kunto, menambahkan bahwa responden dalam survei ini memperlihatkan bahwa ada tiga pokok masalah yang dihadapi oleh Indonesia pada saat ini, di antaranya ialah Covid-19 (72,3%), kebijakan pemerintah yang dianggap mempersulit serta tidak tegas (4,3%), dan kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai (3,6%).
Menanggapi pemaparan hasil survei tersebut, Najeela Shihab, selaku Pendidik dan Inisiator Semua Murid Semua Guru, berpendapat bahwa data dalam survei sangat berguna bagi ekosistem dan bidang lain yang membutuhkannya.
”Data seperti itu sangat berguna untuk ekosistem. Apabila dicermati, optimisme merupakan subjek pendidikan untuk modal sehat jiwa dan raga, kita melihat pemuda sebenarnya juga melihat kesehatan mental atau mindset dalam pandemi ini,” jelas Najeela (13/08).
Adapun terkait hal yang mempengaruhi optimisme, Ahmad Erani Yustika, selaku Pakar Ekonomi, berkomentar bahwa hal ini juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman, sebab semua orang telah dimanjakan oleh teknologi sehingga dunia informasi merambah begitu cepatnya tanpa terkecuali, sehingga dalam hal ini generasi muda dapat mengakses informasi dari berbagai platform yang melingkupi efek seperti apa yang disebutkan di dalam survei.
”Generasi yang sifatnya independen ini tidak memiliki beban keburukan masa silam, mereka berada dalam dunia hari ini yang serba ringkas, cepat dan difasilitasi oleh kemajuan zaman. Mereka terpapar informasi dengan perguliran yang sangat intensif (utamanya di kota besar). Hal tersebut memicu isu sebagai efek pandemi berupa kesehatan, lapangan pekerjaan, termasuk anggapan kebijakan pemeritah yang dinilai tidak konsisten,” ujar Guru Besar Universitas Brawijaya ini (13/08). (Ret/Cha)

