Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Keluhkan Proses Praktikum UTM Kurang Efektif

Senin, 07 Juni 2021 | 04.49.00 WIB Last Updated 2021-06-07T11:49:56Z

 


WKUTM - Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Trunojoro Madura (UTM), mengenai Pedoman Pelaksanaan Belajar Mengajar Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, proses praktikum dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring)  sejak  Maret 2021 sehingga saat ini terhitung empat bulan UTM melaksanakan praktikum tersebut. Namun, berkenaan dengan ini mahasiswa merasa praktikum kurang efektif.

 

Farhan Anshori, selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, mengungkapkan jika praktikum yang dilakukan secara daring ini kurang efektif dikarenakan hanya bisa melihat video atau simulasi software dan tidak bisa langsung menyentuh alat-alat praktikum.

 

”Kalau saya identik dengan alat-alat praktikum, tetapi ketika pelaksanaan praktikum secara daring hanya bisa melihat video atau simulasi dari software dan tidak bisa praktikum dengan menyentuh alat secara langsung,” ungkap mahasiswa asal Pamekasan tersebut (31/05).

 

Adapun Rauhillah Ummu Faizah, mahasiswa Prodi Teknologi Industri Pertanian (TIP), mengujarkan jika kendalanya selama ini terletak pada bahan praktikum, jaringan, praktikum yang menggunakan aplikasi minitab dan winQSB.

 

”Untuk kendala terletak pada bahan praktikum, jaringan sekaligus penggunaan aplikasi Minitab dan winQSB, karena praktikum tidak semuanya tentang pengolahan. Minitab untuk mata kuliah  teknik pengendalian kualitas dan winQSB untuk mata kuliah P4 (Perencanaan Produksi dan Perancangan Pabrik),” ujar mahasiswa angakatan 2019 tersebut (01/06).

 

Begitu pun Erika Noviyana Efendy, selaku mahasiswa Prodi Manejemen Sumber Perairan (MSP), mengungkapkan jika praktikum Limnologi biasanya langsung turun ke sungai untuk mengetahui plus dan minus-nya perairan, atau analisis lingkungan seperti tingkat pencemaran tetapi diganti dengan pengamatan lapang.

 

”Biasanya saya praktikum Limnologi langsung turun ke sungai. Sekarang diganti pengamatan lapang,” ungkap mahasiswa asal Pamekasan tersebut (01/06).

 

Abdul Wachid Al Aziz, selaku mahasiswa Prodi Teknik Informatika, mengungkapkan jika pada saat praktikum daring tidak bisa memahami, mengembangkan materi yang diajarkan dan belum ada laptop yang bisa digunakan mengerjakan praktikum.

 

”Selain itu, karena saya tidak mempunyai laptop jadi ketika ingin mengerjakan tugas harus ke rumah teman untuk meminjam leptop,”ungkap mahasiswa asal Jombang tersebut.

 

Sementara itu, dari pihak warek, Achmad Ubaidillah, selaku Wadek I (Wakil Dekan I) Fakultas teknik, mengatakan jika untuk masalah kendala selama daring, dana praktikum tidak bisa diajukan. Ubaidillah juga mengungkapkan jika yang melaksanakan praktikum offline menggunakan dari dana saving masing-masing laboratorium.

 

”Bagi yang melaksanakan praktikum offline menggunakan dana saving dari masing-masing laboratorium,”katanya (31/05).

 

Fuad Hasan, selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) Ilmu dan Teknik Pertanian (ITP) sekaligus dosen pengampu mata kuliah Statistika dan Usahatani, mengungkapkan bahwa nilai praktikum online atau offline tidak beda jauh. Namun menurutnya tujuan utama praktikum adalah keterampilan pada saat proses sebelum membuat laporan. 

 

”Padahal yang menjadi tujuan utama praktikum adalah keterampilan, penguasaan keterampilan itu nampak  pada saat melakukan proses sebelum sampai ke laporan dan apabila ditugaskan untuk membuat video dari proses awal akan menambah beban terhadap mahasiswa,”ungkapnya (01/06).

 

Fuad juga menuturkan bahwa dirinya sudah tahu mengenai beberapa keluhan dari mahasiswa. Pihaknya mengungkapkan jika salah satu fungsi dosen pembimbing akademik adalah menyalurkan aspirasi atau keluhan mahasiswa bimbingannya ke institut.

 

”Salah satu fungsi dosen pembimbing akademik adalah menyalurkan aspirasi atau keluhan mahasiswa bimbingannya ke institut, khususnya Prodi,” ungkapnya.

 

Sigit Susanto, selaku Kepala Jurusan (Kajur) Teknik Informatika, mengakatakan apabila mahasiswa mengalami kendala, langsung menyampaikan kepada asisten praktikum.

 

”Jika mahasiswa mempunyai kendala jaringan atau pemahaman dalam penanganannya, seperti program yang eror. Mahasiswa menyampaikan kepada asisten praktikum kemudian akan diberitahu cara penanganannya,”ungkapnya (31/05).

 

Adapun Slamet Subari, selaku Dekan Fakultas Pertanian, mengatakan bahwa dia tidak bisa menjawab karena itu sudah ranahnya dosen dan belum menangkap terkait informasi masalah keluhan.

 

”Untuk masalah itu saya tidak bisa menjawab karena itu merupakan ranah dosen, saya belum menangkap terkait informasi keluhan-keluhan tersebut,”ungkap pria asal Bangkalan tersebut (04/06).

 

Slamet berharap adanya support  dari Universitas terkait dengan sarana dan prasana baik pelaksanaan offline maupun online.

 

”Adanya Support dari Universitas terkait dengan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan offline maupun online. Perkuliahan kita maunya hybrid, alat yang dibutuhkan tidak hanya laptop tetapi juga kamera smart, harus ada ruangan, sistem audio yang bagus,” harapnya.

 

Hingga berita ini terbit, Deny Setya Bagus Yuherawan, selaku Wakil Rektor I (Warek I) dan Kurniyati Indahsari, selaku Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3MP) belum memberikan keterangan. (Sii/J2)    

 

×
Berita Terbaru Update