WKUTM - Pendaftaran online Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dari tanggal 27 April – 21 Juni 2021 mengalami kendala website yang tidak bisa diakses. Mulai dari situs web tidak bisa dibuka hingga munculnya tulisan Jepang di Google. Situs web UTM juga dinilai kurang update dalam memberikan informasi sehingga menyulitkan mahasiswa dan calon maba dalam pencarian informasi.
Firmansyah Aditya, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT-TIK), memaparkan bahwa kesalahan yang memunculkan tulisan Jepang pada laman lp3mp.trunojoyo.ac.id tersebut timbul bisa jadi karena plugin atau library yang dipakai mengarahkan Google ke arah yang salah.
“Tulisan Jepang itu hanya muncul di situs Google. Penyebabnya bisa jadi oleh plugin yang mengarahkan Google ke arah yang salah,” paparnya (25/08).
Firman juga menjelaskan lebih lanjut jika memang ada sendiri dana yang dikhususkan untuk perawatan situs web. Nantinya, dana akan digunakan untuk keperluan server dan keamanan. Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa keamanan ini sangat diperlukan untuk mencegah pencurian data dengan menggunakan firewall.
“Kalau dikatakan butuh dana memang benar. Dana tersebut bisa digunakan untuk firewall yang bisa mencegah adanya pencurian data,” jelas pria asal Bangkalan tersebut.
Selain itu, Firman mengungkapkan jika sebenarnya UPT-TIK masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga ketika ada keluhan masuk, mereka harus menanganinya terlebih dahulu dan menyebabkan pekerjaan lainnya terbengkalai. Pihaknya menyebutkan bahwa ada 15 orang di UPT-TIK dan hanya 7 orang yang menangani masalah teknis.
"Kami bingung karena kekurangan SDM. Sudah mengajukan ke kementerian tapi tidak pernah disetujui. Sementara peraturannya sekarang tidak boleh menambah pegawai kontrak," ungkapnya.
Sementara dari pihak Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3MP) sendiri, Ahmad Jauzi, selaku admin dari situs web, mengatakan tulisan Jepang tersebut muncul setelah adanya mahasiswa yang magang. Mahasiswa tersebut diberi tanggung jawab untuk mengelola situs web yang dikarenakan LP3MP yang juga kekurangan SDM.
"Kemarin memang melakukan kerja sama kontrak dengan mahasiswa teknik untuk mengelola situs web. Kalau penyebabnya saya kurang tahu pasti," ujarnya (27/08).
Menanggapi masalah situs web yang bermasalah, Izhar Falaqul Pratama, Calon mahasiswa baru (Camaba) Program Studi (Prodi) Teknologi Industri Pertanian, menuturkan jika dirinya sempat mengalami kesulitan ketika ingin mendaftar ulang. Pasalnya, situs web sidamaba.trunojoyo.ac.id yang digunakan untuk memasukkan data daftar ulang tersebut sempat mengalami error.
“Kemarin waktu saya ingin mendaftar ulang itu situs webnya bermasalah, jadi harus menunggu terlebih dahulu sampai kembali normal karena datanya tidak bisa dimasukkan,” tuturnya (25/08).
Dengan adanya kesalahan pada situs web ini, Izhar berharap agar pihak UTM lebih bisa mengoptimalkan agar tidak menyulitkan camaba. Dia juga mengungkapkan agar UTM bisa memperbaiki situs web yang bermasalah sehingga calon mahasiswa baru tidak kebingungan.
“Menurut saya akan lebih baik lagi jika situs web itu dioptimalkan. Sehingga, nantinya camaba tidak bingung,” ungkapnya.
Terkait situs web, Radityo Mirza Afiansyah, salah seorang mahasiswa prodi Sastra Inggris mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan mencari informasi yang valid karena situs web UTM dinilai kurang update. Dirinya juga berpendapat agar pihak yang menangani tentang situs web ini segera mengunggah informasi sesuai dengan fakta terbaru.
“Tidak usah camaba, saya saja ketika ingin mencari informasi masih bingung. Apalagi camaba, pastinya ingin mendapat informasi dari sumber yang resmi,” ungkap mahasiswa semester dua tersebut (25/08).
Selain itu, Mirza mengatakan bahwa UTM ini memiliki jangka waktu sekitar 2 bulan sebelum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk melengkapi informasi sesuai fakta dan mengembalikan agar kembali normal. Dirinya juga menyinggung masalah tampilan dari situs web UTM yang dinilai kurang menarik dan membosankan.
“Harus segera diperbarui karena belum lagi nanti ada camaba dari jalur Mandiri yang misalnya ingin mencari tahu UTM lebih dalam. Kemudian tampilannya kalau bisa dibuat lebih menarik seperti universitas lain sehingga tidak terkesan membosankan,” kata mahasiswa asal Kota Bangkalan itu.
Mirza berharap jika pihak yang menangani situs web ini selalu mendengarkan dan memperhatikan masukan yang ada. Sehingga, nantinya situs web ini akan menjadi bagus dan memberikan informasi yang terbaru.
“Saya ingin orang yang ditugaskan di bagian ini untuk memperhatikan masukan dan memperbarui informasi,” harapnya. (Xin/J²)
