WKUTM – Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2020 kini memasuki hari kedua kedua (15/09). Acara ini disiarkan melalui platform Youtube PKKMB UTM. Rangkaian acara kegiatan diisi dengan pengenalan ketujuh fakultas di UTM, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI), Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan(LP3MP), dan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) perpustakaan UTM.
Adapun permasalahan yang masih terjadi hingga hari kedua tercatat masih ada permasalahan bahwa Mahasiswa Baru (maba) masih kesulitan mengakses akun e-mail kampus dan belum cairnya dana PKKMB 2020.
Firmansyah Adiputra, selaku Kepala Bagian Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi ( Kabag PTIK) atau Puskom UTM menjelaskan bila UPT PTIK sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin. Firman mengatakan pada hari-hari sebelumnya memang banyak laporan terkait kesulitan akses akun kampus. Firman berasumsi jika permasalahan tersebut merupakan kesalahan dari maba sendiri yang belum terbiasa menggunakan e-mail kampus.
”Memang kemarin kata panitia ada banyak laporan, namun sekarang sudah tidak. Saya merasa kalau maba belum terbiasa menggunakan. Padahal tata cara dan siapa pihak yang harus dihubungi saat ada kendala, sudah kami jelaskan,” paparnya.
Slamet Hendra Riyadi, selaku Ketua umum pelaksana PKKMB membenarkan adanya kendala maba kesulitan masuk e-mail kampus. Slamet tidak bisa menjelaskan jumlah maba yang belum mengakses e-mail kampus secara pasti, karena banyaknya keluhan yang masuk. Slamet menambahkan bila akun kampus penting guna mendapatkan informasi.
”Ada banyak keluhan maba yang tidak bisa mengikuti live streaming, karena faktor jaringan, ada pula yang tidak bisa masuk akun e-mail kampus. Maba jadi telat menerima informasi,” tuturnya.
Slamet menegaskan kendala ini merupakan kesalahan maba sendiri. Namun, Slamet telah memberi solusi, sebagai gantinya maba bisa mengakses informasi PKKMB menggunakan akun Google Mail masing-masing.
”Tetap bisa mengikuti, walau bukan dengan e-mail kampus. Untuk live youtube dan google classroom itu bisa memakai G-mail. Panitia sudah memberikan solusi akan hal itu. Kami sudah menghubungi Puskom UTM,” jelasnya.
Terkait keluhan dari maba saat PKKMB, dirasakan oleh Riska Nur Fauziyah, dirinya menjelaskan bahwa ospek hari pertama belum lancar, ia tidak bisa masuk pada akun e-mail kampus.
“Ospeknya tidak lancar, soalnya gak bisa login ke akunku, padahal kemarin sebelum ospek bisa dibuka,”keluh mahasiswa asal Gresik tersebut.
Riska juga menambahkan bahwa akun e-mail kampus penting karena dengan akun tersebut ia dapat masuk akun untuk ospek seperti Google Classroom dan Google Meet.
”Menurutku akun kampus itu penting, apalagi ospek harus masuk Google Classroom dan Google meet. Terus akun itu kan bersifat pribadi yang nantinya kita bisa melihat nilai dan KRS," pungkasnya.
Terkait dana PKKMB 2020, Rizal Zulkarnain selaku Kepala subbagian kemahasiswaan BAAKPSI menjelaskan jika perihal dana tahun ini terkendala pencairannya, karena penumpukan kegiatan. Rizal menyebutkan dana untuk PKKMB diperoleh dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) 2020.
”Tahun ini terkendala pencairan karena ada penumpukan. Dan dananya dari DIPA 2020 dengan total 271.537.000,- Rupiah, itupun harus sesuai dengan kebutuhan dan RAB yang diusulkan,” jelasnya.
Terkait urusan dana untuk PKKMB, Slamet Hendra Riyadi tidak bisa menjelaskan secara rinci karena belum menerimanya. Slamet menambahkan jika dana akan cair bila PKKMB 2020 telah usai. Untuk saat ini urusan dana merupakan tanggung jawab BAAKPSI. Namun, sebelumnya Slamet menjelaskan, bahwa dana PKKMB menggunakan dana talangan karena terkendala pencairan.
“Emang dana talangan karena dana PKKMB belum bisa dicairkan. Mungkin lebih jelasnya langsung ke BAAK,” ungkapnya. (Ahk/Wid)
