WKUTM – Pada hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), terdapat himbauan yang disebarkan oleh beberapa Liasion Officer (LO) melalui grup kelompok Whatsapp yang ditanganinya. Himbauan tersebut berbunyi larangan kepada mahasiswa baru untuk menanggapi wawancara (03/08).
Kelvin Akbar Wiyansyah, selaku LO PKKMB 2021, menghimbau kepada para mahasiswa baru yang berada di dalam kelompok yang diurusnya agar tidak menghiraukan dan berhati-hati jika terdapat pihak yang bermaksud mewawancarai. Dengan dalih dapat menganggu kelancaran berjalannya PKKMB 2021.
”Apabila ada orang dari LPM atau sebagainya ingin mewawancarai teman-teman, diharap tidak usah dihiraukan dan segera lapor ke kakak karena itu dapat mengganggu kelancaran PKKMB kalian,” himbaunya melalui Whatsapp (03/08).
Terdapat pula, Moch. Yusron, selaku LO PKKMB 2021 turut memberikan himbauan kepada mahasiswa baru yang berada dalam kelompok yang diurusnya agar tidak merespon jika terdapat pihak yang bermaksud mewawancarai.
”Himbau ke teman-teman mahasiswa baru, untuk tidak merespon jika ada yang diminta wawancara,” himbaunya (03/08).
HD, selaku peserta PKKMB 2021 mengaku bahwa terdapat larangan menanggapi wawancara dari LO kelompoknya. Namun, tidak memberi tahu alasan lebih lanjut terkait larangan yang diberikan oleh LO-nya tersebut.
”Maaf sekali lagi, tapi jawaban saya tetap sama karena dari LO menyuruh mengatakan jika apapun mengatasnamakan apa pun, meskipun itu benar kakak dari LPM-SM, disuruh jangan direspon,” jelas mahasiswa angkatan 2021 tersebut (03/08).
Senada dengan HD. KH, selaku peserta PKKMB 2021 menuturkan bahwa untuk menanggapi wawancara diharuskan melapor ke LO terlebih dahulu.
”Kata LO, kalau mau wawancara saya harus lapor ke LO. Tidak tahu, tiba-tiba LO bilang di grup harus izin,” tuturnya.
Sedangkan MA, selaku peserta PKKMB 2021, menjelaskan ketidak setujuannya atas hal tersebut. Dirinya, menganggap bahwa hal tersebut justru merupakan tindakan tidak transparan.
”Untuk apa? Sangat tidak transparan,” ungkapnya melalui Whatsapp (03/08).
Begitu pula dengan LA, selaku peserta PKKMB 2021 lainnya mengungkapkan bahwa dirinya tidak setuju dengan tindakan LO yang bernada pembungkaman tersebut.
”Begini, ini negara demokrasi, saya mahasiswa baru, saya calon mahasiswa, calon penerus bangsa, sudah dipaksa hal-hal yang membungkam begitu, apa tujuannya,” ungkapnya.
Moch. Yusron, selaku LO PKKMB 2021 menolak untuk diwawancarai, dikarenakan perlu beristirahat dan padatnya jadwal.
”Kalau tidak sibuk, jadwal padat,” tuturnya (03/08).
hingga berita ini diterbitkan Kelvin Akbar Wiyansyah, selaku LO, Akhmad Farid, selaku Ketua Panitia dosen, dan Moh. Lutfi Hidayat, Ketua Pelaksana belum memberikan tanggapan saat dihubungi. (Dit/J2)

