Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kita: Fragmen yang Belum Terurai

Minggu, 22 September 2019 | 06.42.00 WIB Last Updated 2019-09-22T13:42:00Z


bulan di matamu

temaram
kabut berkelindan
dalam tubuhmu
senyum di muka pasi
yang memaksakan kerlingan itu

dan meredup
di ujung malam
pejam matamu

2019


kematian rindu

rindu lahir
bersama pusar sesak

di tiap waktu kupikir tentangmu
dan detak yang bermula hidup
napas terengah mengikutimu

di usia belum genap satu
ternyata bukan aku yang akan mati, kata izrail
melainkan rindu
yang meratap jauh
terkubur lara batin
kamboja menyebar
peziarah berjalan beriring

2019


antara kepulangan

apa yang mempertemukan kita?
adalah kesatuan gelak tawa
yang menjadi ciut
oleh jarak

dan nyanyian sepasang angsa
mencipta nada
lalu tetiba jadi sunyi

diredam waktu yang menirus
mengapa jadi kau lipat waktu?

bukankah waktu masih setengah hari lagi?
tutur katamu kosong

dan tanganku kau seret menuju lorong
pada rumah yang lampunya padam
hanya matamu merah menyala

tetiba hujan jatuh begitu saja

2019


Ketika kubaca kau

kemari,
kau ingin aku membaca lagi
puisi dan perasaan

ketika siang jadi teduh
angin menari
kau minta dibacakan lagi

: adalah kau
kehidupan
dan cinta yang lahir

tiada kemalangan
sebab cinta adalah keberuntungan
abadi dan didoakan


2019

*aku menunggu pulang dan bunga-bunga di jalan jangan kau bawa serta di rumah kita



Idatus Sholihah 
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

×
Berita Terbaru Update