Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pra PKKMB, 20 Mahasiswa Sakit.

Kamis, 01 Agustus 2019 | 12.02.00 WIB Last Updated 2019-08-01T19:07:56Z
PKKMB UTM 2019. Foto : Dyaaa

WKUTM-Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura (PKKMB UTM) 2019 yang dimulai dari tanggal 1 agustus 2019 bertempat di lapangan UTM. Acara yang bertemakan membentuk karakter trunojoyo muda dengan ekoliterasi ini di ikuti sekitar 4500 mahasiswa baru

Fahrul Rozi selaku ketua pelaksana PKKMB 2019 mengungkapkan maksud tema ekoliterasi adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa baru dalam hal menjaga lingkungan,menulis dan membaca.

”Ada dua kata kunci dari ekoliterasi yaitu ekologi dan literasi. Maksud dari ekologi adalah kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar dan literasi yang berkaitan dengan tulis, menulis. Tema ini diambil sebagai upaya peningkatan kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar,membaca dan menulis yang dirasa masih rendah untuk mahasiswa UTM” ungkap mahasiswa fakultas keislaman tersebut.

Selain itu, Jauhari selaku ketua panitia PKKMB 2019 turut membenarkan jika tema ini diambil sebagai upaya dukungan terhadap kampanye dalam menjaga lingkungan.”Ya, tema besar dalam PKKMB adalah ekoliterasi karena sedang gencar-gencarnya dunia mengkampanyekan penjagaan terhadap lingkungan.”terangnya.

Ia menambahkan kegiatan eco green campus dapat berlangsung secara kontinuitas. ”Ya dengan ini diharapkan seterunya mahasiswa dapat mengurangi sampah, pihak universitas juga telah melengkapi  fasilitas tempat sampah,” tambah dosen fakultas teknik tersebut.

Pra PKKMB pada hari ini, dimulai pada pukul 05:30 dengan persiapan terhadap masing-masing kelompok. Kegiatan berlanjut pada pembuatan koreografi berpola tulisan sakera, bendera merah putih dan gedung rektorat. kemudian, pra PKKMB berakhir dengan pengenalan panitia di gedung pertemuan

Sayangnya, selama acara berlangsung terdapat 20 mahasiswa sakit. Menurut Jauhari, peserta yang sakit sebagian besar diakibatkan cuaca. ”Iya jadi hari ini mahasiswa yang sakit kurang lebih 20 mahasiswa, 19 diantaranya mungkin terkena panas jadi capek dan pusing. Sedangkan satu orang menderita sakit sejak dari rumah,” pungkasnya.

Iza mahasiswa program studi psikologi juga mengatakan kondisi cuaca di lapangan sangat terik. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa mudah lelah dan pusing. ”Waktu di lapangan tadi memang panas apalagi pembuatan koreografinya juga lama jadi bisa bikin capek dan pusing,”ujar mahasiswa asal tuban tersebut.(Dop/Aww)

×
Berita Terbaru Update