![]() |
| PKKMB UTM 2019. Foto : Dyaaa |
WKUTM-Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura (PKKMB UTM) 2019 yang dimulai dari tanggal 1 agustus 2019 bertempat di lapangan UTM. Acara yang bertemakan membentuk karakter trunojoyo muda dengan ekoliterasi ini di ikuti sekitar 4500 mahasiswa baru
Fahrul Rozi selaku ketua pelaksana PKKMB 2019
mengungkapkan maksud tema ekoliterasi adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa
baru dalam hal menjaga lingkungan,menulis dan membaca.
”Ada dua kata kunci dari ekoliterasi yaitu ekologi
dan literasi. Maksud dari ekologi adalah kesadaran untuk menjaga lingkungan
sekitar dan literasi yang berkaitan dengan tulis, menulis. Tema ini diambil
sebagai upaya peningkatan kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar,membaca
dan menulis yang dirasa masih rendah untuk mahasiswa UTM” ungkap mahasiswa
fakultas keislaman tersebut.
Selain itu, Jauhari selaku ketua panitia PKKMB 2019
turut membenarkan jika tema ini diambil sebagai upaya dukungan terhadap
kampanye dalam menjaga lingkungan.”Ya, tema besar dalam PKKMB adalah
ekoliterasi karena sedang gencar-gencarnya dunia mengkampanyekan penjagaan
terhadap lingkungan.”terangnya.
Ia menambahkan kegiatan eco green campus dapat berlangsung secara kontinuitas. ”Ya dengan
ini diharapkan seterunya mahasiswa dapat mengurangi sampah, pihak universitas
juga telah melengkapi fasilitas tempat
sampah,” tambah dosen fakultas teknik tersebut.
Pra PKKMB pada hari ini, dimulai pada pukul 05:30
dengan persiapan terhadap masing-masing kelompok. Kegiatan berlanjut pada
pembuatan koreografi berpola tulisan sakera, bendera merah putih dan gedung
rektorat. kemudian, pra PKKMB berakhir dengan pengenalan panitia di gedung
pertemuan
Sayangnya, selama acara berlangsung terdapat 20
mahasiswa sakit. Menurut Jauhari, peserta yang sakit sebagian besar diakibatkan
cuaca. ”Iya jadi hari ini mahasiswa yang sakit kurang lebih 20 mahasiswa, 19
diantaranya mungkin terkena panas jadi capek dan pusing. Sedangkan satu orang
menderita sakit sejak dari rumah,” pungkasnya.
Iza mahasiswa program studi psikologi juga
mengatakan kondisi cuaca di lapangan sangat terik. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa
mudah lelah dan pusing. ”Waktu di lapangan tadi memang panas apalagi pembuatan
koreografinya juga lama jadi bisa bikin capek dan pusing,”ujar mahasiswa asal
tuban tersebut.(Dop/Aww)

