Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tes Ujian Tulis Menjadi Patokan Utama dalam Pelaksanaan SMMUTM 2023

Kamis, 11 Mei 2023 | 22.25.00 WIB Last Updated 2023-07-02T07:57:58Z
WKUTM - Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 48 Tahun 2022, pasal 8 ayat (2) poin b terkait metode penilaian calon Mahasiswa mandiri, antara lain; 1. tes secara mandiri; 2. kerja sama tes melalui konsorsium perguruan tinggi; 3. memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes; dan/atau 4. metode penilaian calon mahasiswa lainnya yang diperlukan. Namun Universitas Trunojoyo Madura (UTM) hanya memprioritaskan pada poin (b) nomor 1 dan 2, sedangkan pada nomor 3 dan 4 tidak terlalu diprioritaskan karena dianggap bisa menurunkan rank kampus.

Hal ini dikonfirmasi Achmad Amzeri, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, yang menjelaskan bahwa pertimbangan UTM memprioritaskan tes ujian tulis saja pada Seleksi Masuk Mandiri (SMM) jalur reguler, dikarenakan nilai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) jika dijadikan persyaratan utama peserta (SMM) dianggap dapat berdampak pada penurunan rank kampus.

Amzeri melanjutkan, bahwasannya penilaian SMM ini akan tetap mempertimbangkan nilai dari kedua jalur tes tersebut, menyesuaikan dengan kebutuhan potensi yang dibutuhkan setiap Program Studi (Prodi).

”Memang pada tahun ini UTM hanya menerapkan sistem tes ujian tulis saja, namun hal tersebut bukan satu-satunya yang akan dijadikan pertimbangan diterima di SMM,” ucap pria kelahiran Pamekasan tersebut (09/05).

Pihaknya telah berusaha meningkatkan jumlah calon mahasiswa yang akan mengikuti tes SMM, dikarenakan peminat SMM pertahunnya semakin berkurang. Meksi begitu pihak UTM masih berusaha mencari akar dalam permasalahan ini dan akan terus mengkaji hal tersebut.

”Kami akan berusaha mengatasi permasalahan ini dengan terus mengkaji dan berdiskusi dengan pihak-pihak lainnya, mungkin dengan menambah jalur tes SMM yang awalnya hanya reguler dan prestasi bisa berubah lagi," ungkapnya.

Penurunan peserta SMMUTM pertahunnya akan berpengaruh pada dana pengembangan universitas, sedangkan UTM sedang mendanai Badan Layanan Umum (BLU).

Amzeri juga menambahkan bahwa dana pengembangan yang ditetapkan UTM termurah kedua setelah Universitas Terbuka jika dibandingkan universitas negeri lainnya.

”UTM sudah murah, termurah kedua setelah Universitas Terbuka,” tambahnya.

Senada dengan Amzeri, Supriyanto selaku ketua Biro Administrasi Akademik Dan Kemahasiswaan (BAAK), menjelaskan bahwa alasan pihak UTM memprioritaskan tes ujian tulis pada SMM jalur reguler.

"Alasan memprioritaskan tes ujian tulis pada pelaksanaan SMM adalah karena, nilai SNBT ya digunakan pada SNBT sedangkan SNBP untuk SNBP" tuturnya (08/05).

Adapun pelaksanaan tes SMM jalur reguler akan dilaksanakan secara serentak untuk mengantisipasi durasi yang lama dan terbatasnya komputer, pada 4 juli 2023 mendatang.

”Pelaksanaan tes SMM jalur reguler akan dilakukan serentak agar tidak memakan waktu yang lama dan terbatasnya komputer, "ujarnya.

Terkait dengan keluhan calon mahasiswa dengan mahalnya biaya masuk UTM lewat jalur tes SMM, pihaknya menilai hal tersebut bukanlah suatu masalah. Karena disamping itu UTM sudah menyiapkan jalur prestasi SMM yang dikhususkan bagi mahasiswa kurang mampu namun memiliki prestasi.

”Tidak ada alasan mengatakan bahwa biaya masuk UTM lewat jalur tes SMM itu mahal karena kami juga sudah menyediakan jalur lain yaitu SMM prestasi yang diperuntukkan untuk calon mahasiswa kurang mampu dan memiliki prestasi,” tuturnya.

Sedangkan Durrotun Nafisah, salah satu peserta SNBT menyatakan bahwa ia tidak berniatan untuk mendaftar SMM, terutama jalur reguler dikarenakan biaya yang dikeluarkan sangat besar dan jika hanya menerapkan nilai dari tes ujian tulis akan sangat disayangkan. Karena nilai SNBP dan SNBT tersebut bisa digunakan sebagai faktor pendukung untuk bisa diterima.

”Tidak ada rencana untuk masuk SMM soalnya biayanya mahal, mungkin ada alternatif lain yang bisa digunakan untuk menurunkan biaya yang mahal tersebut,” ungkapnya (09/05).

Selvyanti, peserta SNBT lainnya menyampaikan tidak tertarik untuk mengikuti tes SMM dikarenakan alasan yang sama mengeluarkan biaya yang besar untuk mengikuti Seleksi Masuk Mandiri jalur reguler.

”Sangat disayangkan kalau tidak terpakai nilai SNBP dan SNBT, mungkin bisa dipertimbangkan lagi hal tersebut,” ungkap calon mahasiswa yang bermukim di Pamekasan tersebut (09/05).

Amzeri, berharap semua jalur masuk ini bisa mengakomodir calon mahasiswa SNBT dan SNBT yang tidak diterima untuk mengikuti jalur tes SMM, dan UTM mengalami peningkatan jumlah calon mahasiswa yang akan mengikuti tes SMM tahun ini.

”Tahun ini kami mengharapkan agar semua calon mahasiswa yang tidak diterima di jalur tes SNBP maupun SNBT dapat mengikuti jalur tes SMM ini,” harapnya. (TFA/DA)

×
Berita Terbaru Update