Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rapat Senat Tebuka Wisuda XXVI UTM

Minggu, 29 September 2019 | 07.45.00 WIB Last Updated 2019-09-29T14:45:02Z
Wisuda XXVI UTM. Foto : Wid


WKUTM – Rapat senat terbuka prosesi wisuda ke-XXVI Universitas Trunojoyo Madura (UTM) program magister, sarjana, dan diploma tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan di gedung pertemuan (28-29/09).

Menurut keterangan Supriyanto, selaku Kepala Biro Akademik Administrasi Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI), peserta wisuda kali ini tercatat sebanyak 2025 mahasiswa dari 38 program studi (Prodi) di seluruh fakultas. Terdapat 1016 mahasiswa yang mengikuti wisuda sesi pertama, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 1009 mahasiswa.

Terdapat 2 kategori penghargaan yang diberikan kepada  mahasiswa tingkat universitas, yaitu mahasiswa berprestasi dan terbaik. Kategori mahasiswa terbaik diberikan pada mahasiswa yang  ber-IPK tinggi, sedangkan kategori berprestasi diliihat dari selain tingginya IPK  juga lebih berorientasi pada prestasi-prestasi yang didapat. ”Adapun mahasiswa berprestasi disandang oleh Hamzah Fansuri, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), sedangkan Diana Mubarokah dari Fakultas Pertanian sebagai mahasiswa terbaik tahun ini,” papar Supriyanto.

Dalam pelaksanaan wisuda kali ini, acara dinilai kurang hikmat. Seperti yang diungkapkan Hilda, mahasiswa FISIB. Pasalnya, lagu yang dinyanyikan kurang cocok untuk acara wisuda, selain itu kurangnya sosialisasi tentang penempatan kursi undangan, ”Kursi untuk orang tua kurang, jadi orang tua itu ditaruh di atas (red: tribun), selain itu juga tidak ada pengarahan untuk orang tua, jadi bingung orang tua mau masuk dari arah mana,” papar mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut.

Terlepas dari pelaksanaan wisuda, menurut Supriyanto terdapat ketidaktepatan manajemen lain  menjelang wisuda, yakni saat para mahasiswa telah selesai sidang, namun harus menunggu jadwal wisuda yang dinilai senggang terlalu lama. Hal itu menjadikan mahasiswa malas untuk menyelesaikan revisian. Maka untuk menangani keadaan tersebut UTM merencanakan untuk dua tahun kedepan akan diupayakan perseribu mahasiswa yang terdaftar akan segera diwisuda.

”Kita sebenarnya ada wacana, perseribu mahasiswa akan diwisuda. Adanya hal tersebut diharapkan supaya lebih cepat terjun ke dunia kerja, tanpa harus lama-lama menunggu,” ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa selain nilai akademik yang dibutuhkan dalam dunia kerja ialah skill, pada dunia perkuliahan dapat diasah di UKM. Maka dari itu harusnya seimbang antara akademik dan nonakademik.

Sejalan dengan Supriyanto, Taufiqurrahman Hasbullah selaku Humas UTM juga menuturkan seorang mahasiswa ketika sudah lulus harus mampu berinovasi, berkreasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Ham/Wuk)



×
Berita Terbaru Update