Selasa, 05 Maret 2019

,

Puskom Sebut Akses Point Liar Mengganggu Koneksi Wi-Fi Kampus


Jaringan Wireless Fidelity (Wi-Fi) di kampus Universitas Trunojoyo Madura  (UTM) yang disebut juga UTM-Hotspot saat ini sedang mengalami gangguan penggunaan pada beberapa titik, seperti di Ruang Kuliah Bersama (RKB), Sekretariat Bersama (SekBer), dan Gedung Cakra lantai 4 dan 5, dan Taman Kampus.

Firman, Kepala Staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Komunikasi (PUSKOM), menjelaskan kasus seperti ini memang sering terjadi, salah satunya akibat dari banyaknya access point liar atau access point yang tidak izin ke PUSKOM yang berjumlah lebih dari 700-an. “Padahal kita hanya mempunyai 100 access point,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa access point liar tersebut menyebabkan kelemahan Wi-Fi, sehingga mengakibatkan kualitas sinyal hotspot kampus menjadi buruk. “Jadi kalo sinyal UTM-Hotspot lambat, satu jangan harus tethering. Jika ada permasalahan lapor saja ke PUSKOM supaya dicek,’’ katanya.

Terkait permasalahan tersebut, pihak dari PUSKOM sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk proses pemblokiran access point liar. Hal itu dikarenakan mahalnya harga access point. “Harga per-satu access point di UTM-Hotspot ini sekitar 2 juta-an, sedangkan access point yang bisa memblokir secara otomatis itu seharga 16 juta-an,” jelas Firman.

Di sisi lain terkait lokasi, Firman mengatakan sebenarnya tidak ada pengkhususan baik di rektorat maupun gedung-gedung lain karena semua lokasi mendapatkan bagian yang sama terhadap pembagian bandwitch. “Sampai saat ini kita tidak menentukan prioritas itu, semua dapat bagian yang sama,” ungkapnya.

Bingar Bimantara, mahasiswa Fakultas Hukum merasa bahwa jaringan UTM-Hotspot tersebut  memang sangat tidak bisa diandalkan karena sering terputus dan lemah di beberapa tempat. “Semua pembelajaran sudah berbasis internet. Bagaimana jika Wi-Fi kampus sering bermasalah dan tidak ada jaringan?” keluhnya
.
Bukan hanya Bingar. Rendy Sulistyo, mahasiswa Fakultas Hukum, juga merasa jaringan WI-Fi di UTM memang tidak maksimal. Rendy mengeluhkan jika sedang menggunakan Wi-Fi, dia harus pergi ke Gedung Cakra atau Gedung Rektorat. “Padahal saya berharap bisa akses di semua tempat,” jelasnya. Tak hanya itu, Rendy juga berharap masalah ini akan segera teratasi dengan adanya peningkatan tambahan jaringan Wi-Fi oleh pihak kampus.

Menangapi keluhan mahasiswa, Pihak PUSKOM tidak tinggal diam. Mereka kemudian menjanjikan akan ada penambahan access point. “Nanti kita akan buat satu aksess point di setiap kelas. Tapi harus dianalisis dulu,” Tutupnya. (L, Ben)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra