Selasa, 19 Maret 2019

Kesiapan UTM menjadi Panlok UTBK 2019




WKUTM- Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi salah satu Panitia Lokal (Panlok) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Ujian Tulis Berbasis Komputer (SBMPTN UTBK) 2019 dengan kode 384. Kepala Sub Bagian Kerjasama dan Humas, Taufiqurrahman Hasbullah, mengungkapkan bahwa kampus sudah siap menjadi panlok penerapan UTBK yang akan digelar pada pertengahan April mendatang.

Menurut Taufiq, UTM mempunyai kapasitas menampung  6.600 pendaftar calon peserta UTBK. Sedangkan menurut informasi terakhir (19/03) sudah tercatat 1.847 pendaftar. Selain bertempat di UTM, ia pun menjelaskan bahwa titik pelaksanaan UTBK juga akan dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bangkalan.

Guna mendukung pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019, UTM telah menyediakan komputer 170 unit, uji coba terkait kesiapan ruangan, serta jaminan keamanan sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi permasalahan teknis.

Kami juga sudah bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi jika ada pemadamam listrik ujar Taufiq.

Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara tempat satu dan lainnya. Kualitas soal  diolah oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) selaku penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Sehingga antara tempat satu dengan yang lainnya sama. Hal ini terjadi karena basis data dari para calon pendaftar berasal dari pusat. Kita hanya menghubungkan dari sana dan tidak mungkin dapat ditunda. Jadi, pelaksanaan akan dilakukan secara bersamaan,” jelasnya.

Berbicara terkait materi soal yang akan diujikan, diungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah ada persamaan soal antara tes UTBK gelombang pertama maupun gelombang kedua karena masih menjadi rahasia LTMP. Namun Taufiq menerangkan bahwa meskipun ada perbedaan tes sekarang dengan yang lalu, bobot soal tidak akan jauh berbeda.

Mungkin berbeda karena ada dua macem tes, yakni tes akademik dan tes skolastik. Tes skolastik akan melihat kemampuan siswa apakah mampu atau tidak menyelesaikan jenjang perguruan tinggi, jelasnya.


Lebih lanjut, Taufiq menekankan kepada para calon mahasiswa untuk segera mendaftar. Terlebih lagi, informasi terakhir dari LTMPT dipaparkan bahwa pengumuman SNMPTN dimajukan. Seharusnya, pengumuman SNMPTN tanggal 23 Maret namun dimajukan menjadi tanggal 22 Maret”Adanya perubahan tersebut tentunya memberikan kesempatan untuk yang tidak lolos SNMPTN untuk bisa segera mendaftar UPTK SBMPTN,” pungkas Taufiq. (Ben/Wuk)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra