Rabu, 13 Maret 2019

Kebijakan Baru Penerimaan Calon Mahasiswa Angkatan 2019

Foto: Rektorat Universitas Trunojoyo Madura


WKUTM-Kebijakan baru Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yakni menetapkan sistem penilaian baru terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN 2019) dengan mewajibkan pendaftar menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menurut Supriyanto, selaku Kepala Biro Administrasi, Akademik, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI), kebijakan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan penyaringan mahasiswa baru yang lebih kompetitif (13/03).



Berdasarkan data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT), UTBK akan dilaksanakan pada 13 April – 26 Mei 2019. Gelombang Pertama, tanggal 01-24 Maret 2019 dan Gelombang Kedua tanggal 25 Maret-01 April 2019. Untuk itu, menurut Supriyanto, alangkah baiknya segera mendaftar. Hal itu untuk langkah antisipasi, karena dikhawatirkan terjadi pemoloran akibat dari kesalahan mekanisme, sedangkan jangka waktu pendaftaran gelombang dua hanya sedikit.

’’Pendaftaran gelombang kedua hanya diberikan waktu yang sedikit, jadi ya harus segera mendaftar. Sebab tidak ada perpanjangan untuk UTBK,” jelasnya.

Data LTMPT menunjukkan pada tahun ini terdapat perbedaan yang signifikan mengenai persentase penerimaan calon mahasiswa baru. Terdapat pengurangan pada persentase SNMPTN yang awalnya minimum 30% menjadi 20%, serta terjadi penambahan persentase pada SBMPTN yang awalnya 30% kini menjadi 40%, sedangkan seleksi Mandiri PTN tahun ini dengan tahun lalu masih sama yakni maksimum 30%. 

Dijelaskan oleh Supriyanto, bahwa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di tahun ini terdapat penambahan jumlah kuota keseluruhan hampir 1000 siswa, yang dulunya hanya berkisar 4500 kini menjadi 5275 calon mahasiswa. Data terkini menunjukkan ada sekitar 6000 pendaftar SNMPTN di UTM. Dalam keseluruhan pilihan jurusan, ia menerangkan bahwa prodi favorit di UTM didominasi oleh jurusan Agribisnis, Teknik Informatika, Manajemen, dan Akuntasi.

 ’’Diantara prodi tersebut yang paling banyak dan nomor satu masih sama dengan tahun lalu yakni prodi Manajemen,” ungkapnya.

Suprianto juga menambahkan bahwa kampus UTM pada tes ini, akan menjadi wilayah Panitia Lokal (Panlok) untuk UTBK dengan kode 384.

Begitu pula untuk mendaftar jalur Mandiri, tahun ini juga harus menggunakan standar nilai UTBK. Namun jika hanya mengandalkan UTBK, kata Supriyanto, tidak ada kejelasan bagi anak yang tidak mengikuti UTBK. Untuk itu, ia mengakui, dari pihak UTM akan ada dua jenis tes seleksi masuk mandiri,  yakni UTBK dan ujian tertulis  mandiri.

Selanjutnya, melihat pengaturan sistem baru dengan pelaksanaan UTBK ini, Supriyanto menganggap pemerintah tidak sepenuhnya mempertimbangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di kawasan pelosok. Ia menjelaskan bahwa  dampak dari UTBK tersebut malah akan menjadikan ketidakpahaman siswa yang tidak begitu familiar terhadap komputer. ’’Bagaimana kalau siswa itu tidak mendaftar UTBK karena tidak faham?” tutupnya. (Ben/El/Wuk)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra