Senin, 13 Agustus 2018

,

Persiapan PKKMABA UTM 2018


Mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura sedang berkumpul di area taman kampus

Kegiatan pra-Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) digelar selama dua hari sejak Minggu-Senin (13-14/08). Kegiatan yang diikuti oleh 3830 peserta ini mulai dilaksanakan di taman kampus lalu menuju lapangan Fakultas Pertanian kemudian dimulai pada pukul 05.30 WIB.


Menurut Ahmad  Yahya, selaku ketua pelaksana (ketupel) kegiatan ini dilakukan agar persiapan mahasiswa lebih matang untuk melaksanakan ospek esok hari. Pihak panitia juga sudah menyiapkan rangkaian acara secara matang. Meskipun pelaksanaan ospek di  UTM sudah terlambat jika dibandingkan kampus lain.


”Surat Keputusan PKKMB 2018 sudah ditandatangani oleh rektor pada akhir Juli, namun pelaksanaannya mundur, padahal seharusnya ospek dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus. Hal itu disebabkan pihak  kepanitiaan merasa kurang persiapan, selain itu juga masih ada daftar ulang mandiri, pendaftaran D3 di beberapa fakultas masih diperpanjang”ungkapnya.


Pihaknya juga menambahkan bahwa rangkaian pra-ospek ini dilaksanakan sejak hari Minggu. Hanya saja kemarin pembagian kelompok, sebanyak 96 kelompok. Setelah itu, hari ini dilanjutkan dengan pembuatan koreo. Menurutnya, hal ini dilakukan selama satu hari akan ada sedikit waktu sehingga sedikit tergesa-gesa jadi dibagi menjadi dua hari.

”Untuk efesiensi optimalisasi waktu jadi pra-ospek dilakukan dua hari” tambah Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Badrus Sholeh, selaku wakil ketua panitia (waketupel) menjelaskan rangkaian kegiatan bahwa kemarin para peserta berkumpul dengan kelompok untuk menjahit dua bendera Indonesia yang harus dibawa tiap anak.

”Sebenarnya acara menjahit bendera itu sendiri tidak dilakukan peserta tetapi agar  dekat dengan kelompoknya” tambah Badrus  selaku waketupel.

Terkait penugasan untuk membawa bendera dan lainnya, Histy maba program studi  (prodi) Manajemen menyatakan jika penugasan mereka sesuai dengan momentum hari kemerdekaan.

”Ini kan bulan Agustus, jadi ya panitia cukup masuk akal memberi penugasan seperti itu sehingga bisa memperkokoh nasionalisme” ujar Mahasiswa asal Lamongan tersebut.

Di lain sisi, terkait dengan masih adanya bentak-bentakan oleh panitia terhadap maba, Ahmad Yahya mengungkapkan bahwa hal itu sudah sesuai dengan SK dan semua itu dibutuhkan untuk melatih kedisiplinan mahasiswa. Senada dengan hal tersebut, Yulianto Kusumo maba prodi Sosiologi menyatakan bahwa  hal seperti ini memang diperlukan guna terciptanya kedisiplinan dan untuk menghindari gerak mahasiswa yang lamban.

Berbeda dengan Irma, maba Pendidikan IPA  tersebut mengeluhkan bahwa panitia tidak perlu membentak-bentak. Menurutnya hal itu terlihat berlebihan untuk kesalahan sepele saja.

”Panitia seharusnya tidak usah membentak, jika salah kan bisa ditegur toh kami masih maba dan butuh arahan bukan amukan” keluhnya. (Ud/Wuk)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra