Rabu, 18 Juli 2018

, , , ,

Insiden Pencurian Kembali Terjadi, UTM Belum Aman.

Pelaku Pencurian di FP UTM. Foto: doc. Polres Bangkalan.

WKUTM – Pencurian kembali terjadi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada selasa (17/07) di gedung Fakultas Pertanian (FP) UTM, dengan menyasar dua unit Air Conditioner (AC) dan blower. Pelaku yang diketahui bernama Rahmadi Al Dewo, lelaki 37 tahun asal Telang melakukan aksinya sekitar pukul 09:00 WIB. 

Berdasar keterangan dari AKP Bidaruddin, Kasubag Humas Polsek Bangkalan, pelaku beraksi dengan cara memotong kabel dan kawat penghubung AC menggunakan tang dan kunci pas ukuran 12. Akan tetapi aksi tersebut diketahui oleh Saiful Arifin (29) selaku satpam kampus.

Sementara ini barang bukti yang dapat diamankan pihak kepolisian berupa satu unit Blower AC, satu buah tang berwarna kuning, satu buah kunci pas berukuran 12 dan satu buah kursi plastik berwarna hijau. Dengan adanya kejadian ini, pihak UTM ditaksir menanggung kerugian sebesar Rp. 13.200.000.

Keterangan lebih lanjut yang diperoleh dari AKP Bidaruddin, saat ini terlapor sudah diamankan di Polsek Kamal dan akan dilakukan penyidikan lebih lanjut dengan menggali informasi dari pihak saksi Saiful Arifin dan pihak pelapor Subairi yang juga berprofesi juga sebagai satpam UTM. Jika terbukti bersalah Rahmadi Al Dewo yang masih berstatus terlapor dapat dikenakan pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian.

Salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian, Nur Hariyati, menyayangkan adanya pencurian yang masih sering terjadi di dalam kampus. Karena menurut mahasiswa Agroteknologi itu, kasus pencurian yang terjadi kerap tidak di tindak sampai tuntas. ”Saya berharap dalam kasus ini ada tindakan tegas bagi pelaku pencurian, sehingga menciptakan efek jera bagi pelaku-pelaku pencuri lain yang berada di UTM. Sebab selama ini saya merasa kampus kurang aman, banyak kasus kehilangan dimana-mana seperti helm mahasiswa,” ujar mahasiswi asal Lamongan tersebut.

Keterangan lain didapatkan dari mahasiswa Ilmu Kelautan yang tidak mau disebutkan namanya, menurutnya kasus ini terjadi dikarenakan kondisi kampus yang dalam masa libur sehingga menjadi peluang bagi pencuri untuk beraksi. Dia juga mengaku bahwa dirinya mengenal sosok pelaku yang setiap hari berada di lingkungan kampus. ”Saya mengenal pelaku yang biasa disebut Mas Dewo. Pelaku adalah pemilik warung beserta rumah yang berada di sekitar jalanan fakultas pertanian lama," terangnya. Ia berharap pihak keamanan kampus dapat lebih maksimal dalam menjaga lingkungan kampus sehingga tidak terjadi pencurian lagi.(elv/wuk/raj)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra