Kamis, 09 November 2017

,

Ormawa Gelar Audiensi Terkait Dana DIPA


ilustrasi


WKUTM – Segenap Organisasi Kemahasiswaan Universitas Trunojoyo Madura (Ormawa UTM) menggelar audiensi bersama pihak rektorat, siang tadi (9/11). Audiensi yang digelar di ruang rapat lantai 4 Gedung Graha Utama UTM tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor II (Warek II) dan Wakil Rektor III (Warek III) serta beberapa kepala biro UTM. Forum tersebut diadakan karena sulitnya pencairan dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) yang dirasakan kebanyakan pihak ormawa belakangan ini.

Sebagaimana yang disampaikan Arifin, Presiden Mahasiswa UTM tersebut mempertanyakan sulitnya pencairan dana dari setiap kegiatan Ormawa yang telah diselenggarakan. Tidak hanya itu, Arifin juga meminta kepastian akan jumlah dana kemahasiswaan yang sudah dijanjikan Warek III naik dari 194 juta menjadi 250 juta.

Dalam forum yang berlangsung selama satu jam tersebut, Arifin juga mempertanyakan hubungan antara pihak (BAAKPSI) dan (BAUK). Sebab, mayoritas Ormawa merasa ada ketidak-harmonisan komunikasi antara kedua pihak yang bersangkutan. ”Kami merasa hubungan BAAKPSI dan BAUK ini kurang harmonis. Sebab ketika kami mengeluh ke BAAK katanya masih ada di BAUK. Saya harap dengan adanya forum ini semua masalah bisa dijelaskan,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda dengan Arifin, Eko selaku Gubernur Fakulatas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga menanyakan sumber kemacetan dana DIPA. Pasalnya, pencairan dana DIPA dirasa berbeda  pada tiap fakultas. ”Sebenarnya sumber kemacetan dana DIPA itu dimana, sebab tiap fakultas ini berbeda-beda pencairannya. Fisib tidak pernah kekurangan dana, berbeda dengan FEB dan (fakultas, red) pertanian,” keluhnya.

Menanggapi semua hal tersebut, Boedi Mustiko selaku Warek III memastikan bahwa dana kemahasiswaan adalah 250 juta. Namun, untuk dana tambahan sejumlah 56 juta masih belum bisa dicairkan, sebab tidak terdapat rincian penggunaan anggaran dana. Sehingga, dana tersebut akan cair setelah pengajuan program kerja oleh Ormawa.

Kemudian terkait pencairan dana disetiap fakultas, Abdul Aziz selaku Warek II menyangkal terkait adanya perbedaan proses pencairan dana antar fakultas. Menurutnya semua dana setiap fakultas sudah tersedia. Hanya saja, menurut Warek II  sampai saat ini peyerapan dana setiap fakultas memang tidak sama. ”Pada dasarnya setiap fakultas memiliki sistem pencairan dana yang sama,namun bagaimana penyerapannya bergantung kepada kebijakan setiap fakultas,”pungkasnya. (Raj/Dam)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra