Senin, 06 November 2017

,

Mahasiswa FIP Meresahkan Kejalasan Dana DIPA

Barisan aksi mahasiswa FIP yang sedang berjalan menuju Ruang Kuliah D. Foto : Time


WKUTM – Puluhan mahasiswa fakultas ilmu pendidikan (FIP) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli FIP melakukan aksi di halaman ruang kuliah bersama (RKB) D, Senin (6/11). Aksi yang kali pertama  digelar ini merupakan bentuk reaksi dan protes mahasiswa terhadap beragam masalah yang ada di dalam FIP, utamanya terkait dana DIPA.

Sebagaimana yang diutarakan Asrori dalam orasinya, mahasiswa prodi pendidikan Informatika itu mengeluhkan sulitnya pencairan dana DIPA. Hal tersebut sangat menghambat kelancaran kegiatan badan kelengkapan FIP. Bahkan, beberapa anggota badan kelengkapan harus berhutang untuk menutupi dana kegiatan yang belum bisa dicairkan.

”Utang kita sudah jatuh tempo. Badan kelengkapan sudah melakukan kegiatan yang seharusnya, namun tidak ada orang fakultas  yang membantu kita. Apakah kita harus berutang melulu?,” ungkap mahasiswa yang juga menjabat sebagai gubernur mahasiswa FIP tersebut.

Tidak hanya masalah dana DIPA yang tidak kunjung cair. Dalam aksi itu, mahasiswa juga menyampaikan beberapa tuntutan terkait masalah ketidakjelasan dana IKOMA, sarana dan prasana perkuliahan yang kurang memadai serta profesionalitas dosen yang dinilai masih rendah.

Seperti yang diungkapkan Wawan, mahasiswa Prodi Pendidikan dan Bahasa Indonesia itu merasa sangat terganggu dengan kelakuan beberapa dosen yang sering menganti jadwal perkuliahan sesuka hati. Selain itu sarana dan prasarana di FIP dirasa belum memadai. ”Dosen sering sekali telat, kami juga harus mengangkut kursi sebelum kuliah, bahkan sering lesehan. Belum lagi AC dan proyektor kelas yang tidak berfungsi dengan baik,” keluhnya.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Sulaiman selaku Dekan FIP mengatakan bahwa dana DIPA serta sarana dan prasarana FIP berada dibawah kewenangan Universitas. Namun, dirinya berjanji akan mengurus permasalahan yang ditimbulkan dari dana DIPA yang belum cair.

Terkait kinerja dosen, Sulaiman meminta mahasiswa untuk mencatat dosen yang dinilai tidak profesional dan segera menindaknya.  Sedangkan mengenai IKOMA, dirinya mengaku sejak awal kurang setuju terhadap adanya IKOMA. Sulaiman juga berjanji akan menghapus IKOMA dan mengembalikan dana tersebut ke rekening mahasiswa sendiri. ”Nanti didata siapa yang sudah membayar IKOMA. Secepatnya akan diurus dan uangnya akan dikembalikan ke rekening mahasiswa itu,” pungkasnya. (Raj/Aww)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra