Minggu, 01 Oktober 2017

, ,

Menyiasati Rasa Malas Membaca Dengan Hal kecil


WKUTM - Prosesi wisuda ke XXI yang digelar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Gedung Pertemuan menjadi momen yang tidak akan dilupakan oleh Kharisma Wati. Pasalnya, dalam kegiatan tersebut dirinya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Pretasi Komulatif (IPK) 3,94.

Menurut Kharisma, prestasi yang dicapainya tidak lepas dari kebiasaannya membuat catatan-catatan kecil saat dosen memberi materi. Selanjutnya catatan tersebut ditulis kembali dengan rapi sepulangnya ke rumah kos. Hal kecil itu terbukti bermanfaat, sebab, gadis berusia 22 tahun tersebut mengaku bisa mempelajari dan memperdalam materi kuliah dengan kegiatan itu.

Selain dari hal tersebut, Kharsima juga mengaku menulis catatan-catatan materi kuliah di bukunya dengan semenarik mungkin. Salah satu caranya  dengan menulis materi-materi yang telah dirangkumnya dengan bolpoin yang berwabeda-beda warnanya. Hal-hal semacam itu Kharisma lakukan untuk menyiasati rasa bosan ketika harus kembali membaca materi kuliah yang dicatatnya.

”Memang sih kegiatan-kegiatan kecil itu seperti memakan waktu. Tetapi, justru dengan cara yang demikian saya bisa menyiasati rasa malas saya untuk membaca ulang materi kuliah,” terang wisudawan asal Desa Ketileng, Malo, Bojonegoro tersebut.

Lulus dengan predikat sebagai wisudawan terbaik, membuat Kharisma berhasrat untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, dirinya memiliki keinginan untuk meraih beasiswa untuk studi ke luar negeri. Terlebih orang tua dan keluarga menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Kharisma sendiri.

Selanjutnya dia berharap agar UTM kedepannya semakin maju dan lebih mampu mencetak generasi yang unggul dan membanggakan. Selain itu riset-riset yang dilakukan mahasiswa UTM semakin banyak dan berkualiatas agar bisa bersaing dengan kampus besar lainnya.


Maka dari itu dia berpesan kepada segenap mahasiswa UTM agar tetap semangat menjalani kuliahnya. Selalu fokus dan bertanggung jawab serta tidak pesimis dengan keadaan dan latar belakang hidupnya. ”Kepada semua mahasiswa saya harap terus bersemangat kuliah dan tidak pesimis meskipun berangkat dari desa. Tetap fokus kepada tujuan yang hendak diraih serta tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa” pungkasnya. (Juk)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra