Senin, 25 September 2017

, ,

Cegah Darurat Narkoba Lewat Kuliah Umum Bersama BNN RI

Foto Bersama Komisariat Jendral Polisi. Foto : Fahmi.

WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) gelar kuliah umum bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) pada hari Senin (25/09) di Gedung Pertemuan. Acara ini didatangi beberapa pihak seperti, Kapolda Jawa Timur, Kapolda Bangkalan dan Pemerintah Daerah Bangkalan hingga Sumenep. Selain itu juga dihadiri Kepala BNN Jawa Timur, Duta Anti Narkoba, Relawab Anti Narkoba, Rektor Perguruan Tinggi se-Madura, Pelajar Sekolah Menengah Atas,  dan juga tokoh pemuka agama dan Masyarakat Madura. Menurut M. Syarif acara ini diselenggarakan sebagai wujud untuk mengatasi keprihatinan dan mencegah maraknya narkoba saat ini.

Dalam menyampaikan materi kuliah tamu, Budi Waseso selaku Komisaris Jenderal Polisi menuturkan bahwa Indonesia berada dalam keadaan darurat narkoba. Hal tersebut karena beberapa faktor, diantaranya kondisi geografis Indonesia yang sangat strategis untuk menyelundupkan narkoba, seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi mulai dari Tentara  Republik Indonesia (TNI), polisi, hingga masyarakat umum. Tidak hanya itu, keadaan ini juga disebabkan penegak hukum yang belum mampu memberi efek jera, serta berkembang pesatnya distribusi narkotika jenis baru.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Kepala BNN RI menguraikan tindakan-tindakan pencegahan yang dapat dilakukan seperti: mengoptimalisasi peran seluruh pihak misanya dengan kampanye masif anti narkoba, mengembangkan sistem pertahanan diri masyarakat secara intensif melalui upaya promotif, mengembangkan sistem deteksi diri penyalahgunaan narkoba melalui penyuluhan sehingga masyarakat mengetahui, dan pengembangan kecakapan hidup sejak usia dini.

Di akhir diskusi Budi Waseso menambahkan bahwa pihak BNN berharap dan mengajak semua generasi muda untuk aktif dan reaktif mengambil langkah nyata dalam memberantas narkoba. "Saya membutuhkan uluran tangan dari TNI dan dan seluruh pihak teruama generasi muda untuk turut serta memberantas habis  narkoba agar Indonesia bebas dari darurat narkoba." tambahnya.

Kuliah tamu kali ini mendapat respon positif dari berbagai pihak yang menghadiri acara ini. Seperti yang dituturkan Arya, salah seorang relawan anti narkoba Bangkalan. "Ini adalah satu langkah yang bagus menyadarkan semua pihak tentang keadaan saat ini, apalagi Jawa Timur mendapat peringkat kedua terbesar pengguna narkoba di Indonesia" ujarnya.

Kriswantoro salah satu mahasiswa Program Studi Agroteknologi juga turut merasakan manfaat dari kulah tamu bersama BNN. Ia mengaku acara ini merupakan  sebagai sarana edukasi tentang narkoba dan menjadi cara untuk mawas diri. (Wuk/Aww)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra