Selasa, 16 Mei 2017

, ,

KSR-PMI Adakan Donor Darah Bersama Divisi Kesehatan Asrama

Salah satu peserta donor darah. Foto : Sari

WKUTM- Korps Sukarela - Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan kerjasama dengan divisi baru di Asrama yaitu “Kesehatan di Asrama” dalam kegiatan Donor Darah bertemakan “Setetes Darah Sejuta Asa” pagi tadi (16/5). Karena masih dalam proses perintisan, divisi ini berharap banyak belajar dari pihak KSR mengenai kegiatan yang berlangsung di Gedung Cakra ini.

Kegiatan Donor Darah akan rutin dilaksanakan dua bulan sekali. Acara yang dibuka pada pukul 07.00 ini, mengundang PMI Unit Bangkalan, maupun pihak rektoratorium. Namun, kendati demikian, Pembantu Rektor 3, Boedi Mustiko, tidak dapat menghadiri undangan dan terpaksa digantikan oleh Rizal salah satu staf Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem Informasi (BAAKPSI).

Koordinator Asrama UTM, Zakiyatul Ulfa, mengatakan bahwa pengadaan donor darah di Asrama merupakan pelaksanaan program kerja dari Devisi Kesehatan di Asrama UTM. Di latar belakangi pengalaman yang kurang, Devisi Kesehatan di Asrama UTM meminta bantuan dari tim KSR untuk bekerja sama melaksanakan kegiatan donor darah ini.

"Kami meminta kerja sama dengan KSR, karena KSR lebih berpengalaman dalam bidang ini di kampus. Selain itu kami belajar dari KSR, karena kami kan devisi baru dalam bidang kesehatan,” ungkapnya.

Hubungan komunikasi yang dijalin oleh pihak Asrama UTM dan KSR hanya melalui koordinator dan komandan saja. Namun, tidak didapati adanya miss-communication di antara kedua belah pihak. Hanya saja, kendala yang terjadi pada acara ini adalah masalah publishing. Penyebaran berita diadakannya donor darah sudah sejak dua minggu sebelum digelarnya kegiatan.

“Kendalanya sih waktu publishing. Kan kita sudah menyebarkan pengumuman donor darah itu sejak dua minggu yang lalu. Jadi anak-anak itu banyak yang lupa, terus pulang kampung. Ditambah kan akhir-akhir ini banyak tanggal merah, ada juga acara daftar ulang Camaba (Calon Mahasiswa Baru, red) di Gedung Pertemuan. Jadinya ya agak seret,” jelas Rosyyidin, selaku ketua pelaksana donor darah.

Menanggapi hal tersebut Rosyyidin dan panitia yang lain kembali menyebarluaskan berita diadakannya donor darah, melalui media sosial maupun pamflet. Hingga ketika donor darah berjalan, penyebaran masih terus berlanjut. Panitia juga spontan membuat tim dadakan untuk memegang masalah ini.

Target yang dicapai untuk donor darah kali ini adalah 500 kantong, sesuai dengan permintaan dari pihak PMI Bangkalan, karena darah-darah yang akan disalurkan akan dijadikan stok untuk bulan Ramadhan. Berhubung KSR sudah menjalin kerjasama dengan pihak Asrama UTM, hal tersebut tidak akan menjadi masalah besar.

“Donor Darah yang kemarin kan banyak dapatnya, yang biasanya hanya sekitar 200 kantong, tapi kemarin itu dapat 300-an lebih kantong. Nah, untuk kali ini PMI (Bangkalan) meminta target 500 kantong untuk stok, karena nanti kan sudah bulan puasa.” Imbuhnya

Karena target yang ingin dicapai sebanyak 500 kantong, maka PMI Bangkalan menerjunkan empat tim yang masing-masing terdiri dari 10 petugas PMI. Hal ini memperbaik kestabilan ketika kegiatan berlangsung, karena banyaknya pendonor seketika dengan cepat diambil tindakan untuk proses pendonoran.

Pada akhir perjumpaan di tengah kesibukannya, Rosyyidin berharap kegiatan donor darah ini akan terus berjalan lancar. Kemudian dia juga menginginkan agar tim KSR tetap menjaga kekompakan, kesolidan, dan semangat untuk melanjutkan program-program kerja lainnya. (alf/dam)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra