Jumat, 24 Februari 2017

,

Rektorium Kembali Dituntut Transparasi Dana



Orasi Gerakan Pembaharuan Mahasiswa UTM. Foto : Ina


WKUTM- Gerakan Pembaharuan  Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menagih janji melakukan aksi kali pertama pada hari ini, Jumat (24/2). Gerakan tersebut diikuti hampir seluruh badan kelengkapan mahasiswa UTM. Aksi dimulai pukul 13.00 di sekretariat bersama (Sekber) menuju gedung Graha Utama UTM. Aksi ini menuntut adanya transparasi dana kemahasiswaan, beasiswa dan dana delegasi. Tidak hanya itu, gerakan ini juga menagih janji pengadaan infrastruktur Sekber, transparasi dana bidikmisi, dosen kontrak yang tidak jelas keberadaannya, serta realisasi program semester pendek.

Subairi selaku koordinator lapangan mendesak pihak rektorium agar memberikan rincian dana kemahasiswaan dengan bukti fisik. “Alangkah lebih baiknya, jika pihak rektorium memberikan secara resmi data mengenai rincian dana kemahasiswaan jangan hanya kata-kata saja,”ujarnya saat berorasi.

Selain itu, tuntutan  juga hadir dari pihak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pasalnya Sekber yang digunakan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) saat ini dirasa masih kurang layak. Mulai dari air toilet yang mati, bocor, terlalu sempit dan masih banyak lagi. Gangsar misalnya, ketua UKM Seni Bela diri Tiga Serangkai ini mengeluh setiap pagi dan sore hari selalu ada bau tidak sedap yang keluar dari selokan yang berada tepat di sebelah timur  Sekber.

Sayangnya hingga pukul 15.00, Wakil Rektor 3 (Warek 3) masih belum mendapatkan ijin untuk menanggapi aksi yang dilakukan. Sebab, pihak Gerakan Pembaharuan Mahasiswa UTM menunggu kedatangan rektor beserta Warek 1 dan Warek 2. Namun setelah tiga kali meminta, akhirnya Warek 3 dapat memberikan tanggapan mengenai tuntutan yang diutarakan.

Boedi Moestiko selaku Warek 3 mengatakan jika dana kemahasiswaan yang dimiliki UTM saat ini kembali menjadi 250 juta seperti pada tahun 2014. Meski pada tahun sebelumnya sempat turun menjadi 194 juta. “Saya sudah bilang kalau dana kemahasiswaan kembali menjadi 250 juta seperti tahun 2014, bukan 194 juta. Bersyukurlah kalian ini,” terangnya.

Sedangkan untuk infrastruktur Sekber, Supriyanto selaku kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Sistem informasi (BAAKPSI) telah mencatat segala kerusakan infrastruktur Sekber dan akan disetorkan kebagian umum. Sedangkan untuk tuntutan yang lain, masih belum dapat terselesaikan hari ini, pihak rektorium telah berjanji mengadakan pertemuan kembali pada hari Jumat mendatang. (Aww)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra