Kamis, 01 Desember 2016

, ,

UKM Seni Nanggala Adakan Dies-Natalis ke 16

Saat pertunjukan kisah pangeran Trunojoyo di depan Graha Utama UTM. Foto : Dico
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala mengadakan acara dies-natalis yang ke 16. Acara ini telah di buka dengan pawai keliling Universitas Trunojoyo Madura(UTM) pada Senin kemarin (28/11). Pawai dimulai dari depan pintu gerbang UTM dan berakhir di depan gedung Graha Utama UTM. Di dalam pawai tersebut terdapat arak-arakan pimpinan rektorat, pembina UKM seni nanggala, (Pembantu Dekan) PD 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Kaprodi Sosiologi, seluruh UKM, rombongan sapi sono, dan para tamu undangan dari berbagai daerah.

Menurut Youriko selaku ketua pelaksana, pengambilan tema dies-natalis ke 16 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tema yang diangkat adalah kisah pangeran Trunojoyo. Tema ini diambil dengan tujuan untuk menggugah rasa bangga para mahasiswa UTM melalui kisah pangeran Trunojoyo. “Kali ini kita mengakat sejarah pangeran Trunojoyo, kami ingin mengungkapkan kisah pangeran Trunojoyo dari sudut pandang yang berbeda, yakni sebagai pahlawan, sehingga dapat membuat kita semua sebagai mahasiswa UTM menjadi bangga,” jelas mahasiswa Agroteknologi semester tujuh tersebut.

Pelaksanaan diesnatalis yang ke 16 ini akan diadakan dengan berbagai rentetan acara yakni mulai Senin hingga Minggu (4/12). Acara tersebut meliputi pawai dan pembukaan pada tanggal 28 November 2016, parade teater nusantara pada selasa kemarin (29/11) hingga hari ini (1/12), lomba baca puisi (2/12) dan yang terakhir penutupan (4/12). Dies-natalis yang merupakan kegiatan rutin dari UKM seni Nanggala ini menghabiskan dana DIPA yang tidak sedikit. Sekitar 20 juta rupiah telah digunakan untuk membuat pelaksanaan diesnatalis ini. “Acara ini habis sekitar 20 juta-an, dananya diambil dari DIPA tetapi kita juga memilki sponsorship untuk dana tambahan,” ujar Youriko saat ditemui seusai pawai.

Acara ini juga mendapatkan respon positif dari salah satu mahasiswi Riau yang juga merupakan tamu UKM seni Nanggala. “Acaranya menarik, saya rasa mahasiswanya cukup mengerti budaya disini. Selain itu saya juga bisa mengerti sedikit tentang kisah pangeran Trunojoyo”, ungkap Yulia, salah satu tamu yang juga berpartisipasi dalam rangkaian dies-natalis ini. (Aww/Dul)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra