Rabu, 31 Agustus 2016

,

Buletin Sastra Kecubung Edisi 7

Download Buletin Kecubung Edisi 7
Kita terkadang malas untuk mencari dan mempertanyakan kebenaran sebuah sejarah. Hingga lupa bila di tahun 1965 silam di tanah Ibu Pertiwi ini pernah terjadi genosida terhadap anak negeri. Ditangan militer, atas dalih tuduhan subversib idelogi orang yang dianggap PKI tak segan untuk dibantai tanpa melalui proses pengadilan. Dalam film ”Senyap” karya Joshua Oppenheimer digambarkan sampai saat ini hanya sebagian kecil saja pelaku yang merasa berdosa, menyesal, apalagi sadar jika tindakannya keliru.

Itikad pemenuhan janji Jokowi masa kampanye dulu untuk menuntaskan penyelesaian kasus HAM masa lalu setelah terpilih juga mulai memudar. Opini rakyat digiring supaya berfikir sedikit atau sedikit berfikir agar energinya terkuras habis untuk kerja! Kerja! dan Kerja! Katanya demi pembangunan, memupuk harapan, serta menata masa depan rakyat agar kelak jadi negara maju. Tentu maju yang dimaksud diukur dengan penguasaan materi, dan suburnya kapitalisasi.

Dengan terbitnya buletin Kecubung edisi Sastra Merah ini, Lembaga Pers Mahasiswa Spirit Mahasiswa (LPM SM) ingin kembali mengingatkan dan mengajak pembaca berani bersikap untuk menolak kekerasan atas nama apa atau siapapun. Walau bertemakan Kiri kami tidak menyebarkan ideologi komunisme, atau pemikiran lain bertentangan dengan UUD. Karena kita memang tidak mempelajari dan mengajarkan ideologi demikian.

Tetapi, aksi bersuara dan melawan sudah memang sepatutnya dilakukan pemuda berstatus mahasiswa. Seperti terkandung dalam isi sumpah Tri Fungsi mahasiswa. Sebab, jika mahasiswa hanya bermain aman, memilih diam, senang jadi antek-antek penguasa lantas siapa lagi yang harus ikut memperjuangkan hak dan nasib rakyat yang tertindas?

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90