Rabu, 23 Maret 2016

,

UTM Siapkan Beasiswa Pengganti PPA

UTM Siapkan Beasiswa Pengganti PPA Menindaklanjuti penghapusan beasiswa PPA dan BBM, rektor UTM menyiapkan program beasiswa pengganti bagi mahasiswa berprestasi. Rencananya, beasiswa tersebut akan dianggarkan dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang didapat dari pemerintah. Dari dana tersebut, pihak UTM akan membentuk beasiswa baru bernama Beasiswa Unggulan. Menurut Supri selaku kepala BAAKPSI, beasiswa unggulan ini akan diberikan kepada seluruh mahasiswa berprestasi di UTM. “Nantinya, beasiswa ini akan diberikan kepada yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, baik di skala nasional atau internasional,” terang Supri. Supri menjelaskan, prosedur pengajuan beasiswa unggulan ini, nantinya tidak berbeda jauh dengan pengajuan beasiswa PPA. Namun, dibandingkan kuota penerima beasiswa PPA yang mencapai 560 mahasiswa tiap semester, jumlah penerima beasiswa unggulan termasuk sedikit. Menurut penuturan Supri, kuota penerima beasiswa unggulan hanya 200 mahasiswa tiap semesternya. Ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai prosedur yang akan diberlakukan, Supri mengaku dirinya masih akan koordinasi dengan Pembantu Rektor III. “Kalau soal ketentuan detilnya, saya masih akan koordinasi lebih lanjut dengan PR III. Jadi, sampai saat ini saya belum bisa mengatakan kapan beasiswa tersebut akan diberlakukan,” paparnya. Selain pembentukan beasiswa unggulan, Supri juga menjelaskan pada tahun ini telah dibuka beasiswa Migas bagi mahasiswa UTM. Beasiswa ini sendiri dapat diakses oleh seluruh mahasiswa UTM melalui sistem seleksi. “Nantinya, akan diseleksi di masing-masing fakultas untuk menentukan satu orang penerima,” paparnya. Sementara itu, salah satu mahasiswi penerima beasiswa PPA, Roza Rianti, berpendapat beasiswa pengganti tersebut tidak sebanding dengan beasiswa PPA. Dia juga menyesalkan penghapusan beasiswa PPA sehingga merugikan mahasiswa. “Pencabutan beasiswa PPA merugikan bagi mahasiswa, terutama bagi pengejar beasiswa selain Bidik Misi. Apalagi, beasiswa penggantinya tidak sepadan,” keluh mahasiswi semester 4 tersebut . (RIN/RAN)

Ilustrasi. sumber:https://alamogordomusictheatre.files.wordpress.com
WKUTM- Menindaklanjuti penghapusan beasiswa PPA dan BBM, rektor UTM menyiapkan program beasiswa pengganti bagi mahasiswa berprestasi. Rencananya, beasiswa tersebut akan dianggarkan dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang didapat dari pemerintah. Dari dana tersebut, pihak UTM akan membentuk beasiswa baru bernama Beasiswa Unggulan.

Menurut Supri selaku kepala BAAKPSI, beasiswa unggulan ini akan diberikan kepada seluruh mahasiswa berprestasi di UTM. “Nantinya, beasiswa ini akan diberikan kepada yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, baik di skala nasional atau internasional,” terang Supri.

Supri menjelaskan, prosedur pengajuan beasiswa unggulan ini, nantinya tidak berbeda jauh dengan pengajuan beasiswa PPA. Namun, dibandingkan kuota penerima beasiswa PPA yang mencapai 560 mahasiswa tiap semester, jumlah penerima beasiswa unggulan termasuk sedikit. Menurut penuturan Supri, kuota penerima beasiswa unggulan hanya 200 mahasiswa tiap semesternya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai prosedur yang akan diberlakukan, Supri mengaku dirinya masih akan koordinasi dengan Pembantu Rektor III. “Kalau soal ketentuan detilnya, saya masih akan koordinasi lebih lanjut dengan PR III. Jadi, sampai saat ini saya belum bisa mengatakan kapan beasiswa tersebut akan diberlakukan,” paparnya.

Selain pembentukan beasiswa unggulan, Supri juga menjelaskan pada tahun ini telah dibuka beasiswa Migas bagi mahasiswa UTM. Beasiswa ini sendiri dapat diakses oleh seluruh mahasiswa UTM melalui sistem seleksi. “Nantinya, akan diseleksi di masing-masing fakultas untuk menentukan satu orang penerima,” paparnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswi penerima beasiswa PPA, Roza Rianti, berpendapat beasiswa pengganti tersebut tidak sebanding dengan beasiswa PPA. Dia juga menyesalkan penghapusan beasiswa PPA sehingga merugikan mahasiswa. “Pencabutan beasiswa PPA merugikan bagi mahasiswa, terutama bagi pengejar beasiswa selain Bidik Misi. Apalagi, beasiswa penggantinya tidak sepadan,” keluh mahasiswi semester 4 tersebut . (RIN/RAN)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra