Selasa, 15 Maret 2016

,

Pengajuan Akreditasi Pertama Perpustakaan UTM

Pengajuan Akreditasi Pertama Perpustakaan UTM Hamim Kepala Sub-bagian (Kasubag) perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan jika selama ini perpustakaan UTM sejak berdiri belum melakukan pendaftaran akreditasi perpustakaan nasional. Hal ini terjadi karena perpustakaan di UTM belum memenuhi syarat pengajuan akreditasi. Kurangnya jumlah pustakawan dan minimnya jumlah koleksi buku dianggap menjadi kedala utama. Namun, berdasarkan hasil rapat Jumat (4/3) kemarin diketahui jika saat ini syarat tersebut telah terpenuhi. "Alhamdulillah sekarang bisa daftar, karena perpustakaan kita sebelumnya hanya memiliki sembilan pustakawan dan sedikit koleksi buku," tuturnya. Adapun keuntungan diperoleh ketika sebuah perpustakaan terakreditasi adalah terintegrasi dengan perpustakaan daerah dan nasional. Tidak kalah penting manfaat perpustakaan terakreditasi terdapat legitimasi bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan dianggap sudah baik. Pasalnya begitu perpustakaan terakreditasi para Pustakawan mendapat pembinaan langsung dari perpustakaan nasional. Untuk saat ini proses akreditasi baru sebatas pengajuan profil. Berbekal perbaikan penataan ruang baca, penambahan koleksi buku, dan penambahan fasilitas wifi perpustakaan UTM optimis bisa lolos ketahap selanjutnya. Baru setelah proses pengajuan diterima dilanjutkan pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebelum akhirnya resmi terakreditasi. Ketika dimintai tanggapan mayoritas pengunjung perpustakaan menyambut baik kabar tersebut. Sebab selama ini mereka tidak tahu menahu mengenai sistem perpustakaan selain tempat meminjam buku untuk kepentingan referensi kuliah. Setidaknya ungkapan bahagia itu seperti dikatakan Fuad mahasiswa ilmu komunikasi semester 4 berikut, ”saya bangga, karena dengan melakukan akreditasi ada itikad peningkatan kualitas perpustakaan,” ujarnya.(ADAM/ISK)

ilustrasi. sumber: viva.co.id


Hamim Kepala Sub-bagian (Kasubag) perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan jika selama ini perpustakaan UTM sejak berdiri belum melakukan pendaftaran akreditasi perpustakaan nasional. Hal ini terjadi karena perpustakaan di UTM belum memenuhi syarat pengajuan akreditasi. Kurangnya jumlah pustakawan dan minimnya jumlah koleksi buku dianggap menjadi kedala utama. Namun, berdasarkan hasil rapat Jumat (4/3) kemarin diketahui jika saat ini syarat tersebut telah terpenuhi. "Alhamdulillah sekarang bisa daftar, karena perpustakaan kita sebelumnya hanya memiliki sembilan pustakawan dan sedikit koleksi buku," tuturnya.

Adapun keuntungan diperoleh ketika sebuah perpustakaan terakreditasi adalah terintegrasi dengan perpustakaan daerah dan nasional. Tidak kalah penting manfaat perpustakaan terakreditasi terdapat legitimasi bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan dianggap sudah baik. Pasalnya begitu perpustakaan terakreditasi para Pustakawan mendapat pembinaan langsung dari perpustakaan nasional. 

Untuk saat ini proses akreditasi baru sebatas pengajuan profil. Berbekal perbaikan penataan ruang baca, penambahan koleksi buku, dan penambahan fasilitas wifi perpustakaan UTM optimis bisa lolos ketahap selanjutnya. Baru setelah proses pengajuan diterima dilanjutkan pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebelum akhirnya resmi terakreditasi. 

Ketika dimintai tanggapan mayoritas pengunjung perpustakaan menyambut baik kabar tersebut. Sebab selama ini mereka tidak tahu menahu mengenai sistem perpustakaan selain tempat meminjam buku untuk kepentingan referensi kuliah. Setidaknya ungkapan bahagia itu seperti dikatakan Fuad mahasiswa ilmu komunikasi semester 4 berikut, ”saya bangga, karena dengan melakukan akreditasi ada itikad peningkatan kualitas perpustakaan,” ujarnya. (ADAM/ISK)

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90