Rabu, 23 Maret 2016

,

KLARIFIKASI PIHAK WAKWAAW

KLARIFIKASI PIHAK WAKWAAW WKUTM – Menindaklanjuti berita tentang penggrebekan Sekretariat Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (Sekber UKM UTM), kemarin (22/3) Aliansi Mahasiswa yang menamakan diri mereka WakWaww mendatangi Sekretariat Redaksi Warta Kampus Universitas Trunojoyo Madura untuk mengklarifikasi permasalahan ini. Ervan selaku ketua aliansi mahasiswa WakWaaw bersama empat anggotanya memberikan penjelasan kepada Redaksi Warta Kampus mengenai beberapa fakta yang belum terungkap dari kasus penggrebekan itu. Ervan menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah penggrebekan, melainkan penertiban. “Kami hanya melakukan penertiban karena kami hanya mengetuk pintu satu kali dan dengan cara baik-baik. Kalau kami melakukan penggrebekan maka kami akan mengusir dan membawa mereka, tapi kami tidak melakukan itu. Selain itu, kami sama sekali tidak melakukan tindakan kekerasan,” terangnya. Lebih lanjut, Ervan juga menjelaskan bahwa sebenarnya pihak keamanan UTM mengetahui tindakan yang akan mereka lakukan. ”Sebenarnya pihak keamanan yang bertugas pada malam itu mengetahui tentang penertiban yang kami lakukan. Kami melakukan penertiban itu justru karena ada beberapa pihak keamanan yang bercerita kepada kami bahwa mereka sering melihat mahasiswa yang melakukan tindak asusila di dalam kampus,” tambahnya. Pihak WakWaww juga menerangkan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah bentuk dari kepedulian mereka kepada nama baik UTM. ”Kami melakukan penertiban ini karena kami perduli dengan nama baik UTM, kami tidak mau kampus kami dirusak oleh beberapa mahasiswa yang melakukan hal buruk di dalam kampus,” tutur AZ Hidayat, yang juga anggota WakWaaw. Selain pihak WakWaaw, redaksi Warta Kampus juga mengklarifikasi hal ini kepada Safril Kurniawan, selaku salah satu anggota resmi Badan Penelitian Aset Negara (BPAN). Dalam pertemuan yang diadakan di markas aliansi mahasiswa WakWaaw, Safril juga mengklarifikasi mengenai keterlibatan BPAN dalam berita yang dimuat oleh Warta Kampus. Safril yang merupakan pembina dari aliansi mahasiswa WakWaaw menceritakan kronologi pada malam penertiban kepada redaksi Warta kampus. ”Malam itu sebenarnya saya cuma mau ngambil uang di ATM, lalu saya bertemu kenalan saya yang bekerja di UTM sebagai keamanan. Saya bersama anak-anak WakWaww saat itu. Teman saya itu bercerita tentang banyaknya pihak keamanan yang menemukan hal-hal yang tidak baik dikampus, seperti mahasiswa mesum misalnya. Tetapi, mereka tidak berani menindak karena takut dipersalahkan karena tidak diberi wewenang untuk menegur mahasiswa yang ada di sekber,” jelas Safril. Safril Kurniawan juga menambahkan bahwa sebenarnya dia mengetahui tentang tindakan aliainsi mahasiswa WakWaww yang melakukan penertiban, tetapi karena Safril merasa sebagai pihak luar, maka Safril memilih untuk membiarkan. ”sebenarnya saya tahu kalau anak-anak WakWaaw akan melakuakn penertiban, tetapi karena saya merasa itu bukan wewenang saya, maka saya biarkan saja. Toh itu juga untuk kebaikan kampus,” tambahnya. Lebih lanjut, Safril juga mendukung pernyataan WakWaww bahwa anggota keamanan UTM mengetahui tentang penertiban ini. “Jelas pihak keamanan tahu tentang penertiban ini, kan yang cerita kepada saya mereka, dan setelah itu saya, temen-temen WakWaww dan pihak Keamanan kampus ngopi bareng sampai hampir subuh di pintu masuk UT M,” tambahnya lagi. Fakta lain yang juga cukup mengejutkan adalah, pihak WakWaaw tidak pernah menerima panggilan dari pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTM, baik secara lisan, maupun tulisan. ”Kami tidak pernah mendapat panggilan apapun dari siapapun, bahkan kami menunggu panggilan tersebut,” tambah Ervan. Hal ini tentu saja berlawanan dengan pernyataan dari Bahirudin, selaku ketua DPM UTM. Pada sambutannya saat pertemuan antar ketua badan kelengkapan UTM (20/3), Bahirudin mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak WakWaww, ”kami sudah melayangkan surat panggilan kepada pihak yang melakukan penggrebekan, tetapi nampaknya sampai saat ini tidak ada Iktikad baik dari mereka untuk untuk menemui kami,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, pihak WakWaaw menyatakan siap untuk memberikan keterangan kepada siapapun dan kapanpun menganai hal ini. (Aji)

WKUTM – Menindaklanjuti berita tentang penggrebekan Sekretariat Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (Sekber UKM UTM), kemarin (22/3) Aliansi Mahasiswa yang menamakan diri mereka WakWaww mendatangi Sekretariat Redaksi Warta Kampus Universitas Trunojoyo Madura untuk mengklarifikasi permasalahan ini. Ervan selaku ketua aliansi mahasiswa WakWaaw bersama empat anggotanya memberikan penjelasan kepada Redaksi Warta Kampus mengenai beberapa fakta yang belum terungkap dari kasus penggrebekan itu.

Ervan menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah penggrebekan, melainkan penertiban. “Kami hanya melakukan penertiban karena kami hanya mengetuk pintu satu kali dan dengan cara baik-baik. Kalau kami melakukan penggrebekan maka kami akan mengusir dan membawa mereka, tapi kami tidak melakukan itu. Selain itu, kami sama sekali tidak melakukan tindakan kekerasan,” terangnya.

Lebih lanjut, Ervan juga menjelaskan bahwa sebenarnya pihak keamanan UTM mengetahui tindakan yang akan mereka lakukan. ”Sebenarnya pihak keamanan yang bertugas pada malam itu mengetahui tentang penertiban yang kami lakukan. Kami melakukan penertiban itu justru karena ada beberapa pihak keamanan yang bercerita kepada kami bahwa mereka sering melihat mahasiswa yang melakukan tindak asusila di dalam kampus,” tambahnya.

Pihak WakWaww juga menerangkan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah bentuk dari kepedulian mereka kepada nama baik UTM. ”Kami melakukan penertiban ini karena kami perduli dengan nama baik UTM, kami tidak mau kampus kami dirusak oleh beberapa mahasiswa yang melakukan hal buruk di dalam kampus,” tutur AZ Hidayat, yang juga anggota WakWaaw.

Selain pihak WakWaaw, redaksi Warta Kampus juga mengklarifikasi hal ini kepada Safril Kurniawan, selaku salah satu anggota resmi Badan Penelitian Aset Negara (BPAN). Dalam pertemuan yang diadakan di markas aliansi mahasiswa WakWaaw, Safril juga mengklarifikasi mengenai keterlibatan BPAN dalam berita yang dimuat oleh Warta Kampus. Safril yang merupakan pembina dari aliansi mahasiswa WakWaaw menceritakan kronologi pada malam penertiban kepada redaksi Warta kampus. ”Malam itu sebenarnya saya cuma mau ngambil uang di ATM, lalu saya bertemu kenalan saya yang bekerja di UTM sebagai keamanan. Saya bersama anak-anak WakWaww saat itu. Teman saya itu bercerita tentang banyaknya pihak keamanan yang menemukan hal-hal yang tidak baik dikampus, seperti mahasiswa mesum misalnya. Tetapi, mereka tidak berani menindak karena takut dipersalahkan karena tidak diberi wewenang untuk menegur mahasiswa yang ada di sekber,” jelas Safril.

Safril Kurniawan juga menambahkan bahwa sebenarnya dia mengetahui tentang tindakan aliainsi mahasiswa WakWaww yang melakukan penertiban, tetapi karena Safril merasa sebagai pihak luar, maka Safril memilih untuk membiarkan. ”sebenarnya saya tahu kalau anak-anak WakWaaw akan melakuakn penertiban, tetapi karena saya merasa itu bukan wewenang saya, maka saya biarkan saja. Toh itu juga untuk kebaikan kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Safril juga mendukung pernyataan WakWaww bahwa anggota keamanan UTM mengetahui tentang penertiban ini. “Jelas pihak keamanan tahu tentang penertiban ini, kan yang cerita kepada saya mereka, dan setelah itu saya, temen-temen WakWaww dan pihak Keamanan kampus ngopi bareng sampai hampir subuh di pintu masuk UT M,” tambahnya lagi.

Fakta lain yang juga cukup mengejutkan adalah, pihak WakWaaw tidak pernah menerima panggilan dari pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTM, baik secara lisan, maupun tulisan. ”Kami tidak pernah mendapat panggilan apapun dari siapapun, bahkan kami menunggu panggilan tersebut,” tambah Ervan.

Hal ini tentu saja berlawanan dengan pernyataan dari Bahirudin, selaku ketua DPM UTM. Pada sambutannya saat pertemuan antar ketua badan kelengkapan UTM (20/3), Bahirudin mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak WakWaww, ”kami sudah melayangkan surat panggilan kepada pihak yang melakukan penggrebekan, tetapi nampaknya sampai saat ini tidak ada Iktikad baik dari mereka untuk untuk menemui kami,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pihak WakWaaw menyatakan siap untuk memberikan keterangan kepada siapapun dan kapanpun menganai hal ini. (Aji)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra