Senin, 28 Maret 2016

,

Jalan Menuju UTM Akan Diperbaiki

WKUTM- Akses jalan menuju kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) banyak mengalami kerusakan. Mulai lubang berukuran sedang sampai memakan separuh badan jalan serta terendam hampir 20 cm sewaktu hujan deras. Kondisi ini mengundang keprihatinan Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Nusantara (BEM KN) UTM. BEM KN mendesak pihak kampus tidak abai terhadap permasalahan ini serta menuntut Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) agar secepat mungkin menjalankan Peraturan Presiden Nomor 27/2008 tentang BPWS pasal 12. BEM KN hari ini, Senin (28/3) telah mendatangi kantor BPWS. Mereka menanyakan kembali kesepakatan antara BPWS, UTM, dan Pemda pada Oktober tahun kemarin. Presiden Mahasiswa (Presma) UTM, Fadhal Hidayatullah, mengatakan hasil pertemuan tersebut menghasilakan berbagai penjelasan penting. Akhirnya BPWS berjanji untuk menyelesaikan perbaikan jalan menuju kampus (red: dari pertigaan sampai depan kampus) selesai bulan Juni 2016. Pihak BPWS mengatakan kalau saat ini masih tahap pencarian tender. Diperkirakan tahap pencarian tender akan memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Kepada Unit Layanan dan Pembangunan (ULP) UTM, Amrin, dalam arsip wawancara reporter Warta-Kampus tanggal 19 Oktober 2015 memberikan keterangan berbeda tentang perbaikan jalan menuju UTM. Ia mengatakan jika jalan tersebut diluar tanggung jawab kampus meski menjadi akses utama menuju kampus. “Jalan itu sebenarnya bukan tanggung jawab kampus, tapi pemerintah”, ujarnya. Tanggapan Mahasiswa Menanggapi kabar akan adanya perbaikan jalan menuju kampus beberapa mahasiswa mengatakan senang. Seperti kata Hilda, seorang mahasiswi semester 4 yang setiap hari melalui jalan tersebut. Kerusakan jalan menuju kampus selama ini terbilang parah bahkan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan. “Alhamdulillah kalau memang benar diperbaiki, saya pernah terjatuh sebab terpeleset jalan yang licin dan juga berlubang, selain itu jalanya juga sempit. Jadi bikin macet.” Terangnya. Sama dengan pendapat sebelumnya, Aisyah mengatakan kalau akses jalan menuju kampus sangat penting dilakukan perbaikan segera karena mempengaruhi kegiatan mahasiswa di kampus. “sangat luar biasa kalau diperbaiki, mengingat kondisi jalan yang begitu berlubang dan banjir, saya sebagai pengguna sepeda ontel sering kejeduk lubang dan sepatu saya basah terkena air saat banjir,”ungkapnya. (AWW/ADM/KAK)

Salah satu bagian jalan rusak menuju UTM  

WKUTM- Akses jalan menuju kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) banyak mengalami kerusakan. Mulai lubang berukuran sedang sampai memakan separuh badan jalan serta terendam hampir 20 cm sewaktu hujan deras. Kondisi ini mengundang keprihatinan Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Nusantara (BEM KN) UTM. BEM KN mendesak pihak kampus tidak abai terhadap permasalahan ini serta menuntut Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) agar secepat mungkin menjalankan Peraturan Presiden Nomor 27/2008 tentang BPWS pasal 12.

BEM KN hari ini, Senin (28/3) telah mendatangi kantor BPWS. Mereka menanyakan kembali kesepakatan antara BPWS, UTM, dan Pemda pada Oktober tahun kemarin. Presiden Mahasiswa (Presma) UTM, Fadhal Hidayatullah, mengatakan hasil pertemuan tersebut menghasilakan berbagai penjelasan penting.

Akhirnya BPWS berjanji untuk menyelesaikan perbaikan jalan menuju kampus (red: dari pertigaan sampai depan kampus) selesai bulan Juni 2016. Pihak BPWS mengatakan kalau saat ini masih tahap pencarian tender. Diperkirakan tahap pencarian tender akan memakan waktu sekitar satu setengah bulan.

Kepada Unit Layanan dan Pembangunan (ULP) UTM, Amrin, dalam arsip wawancara reporter Warta-Kampus tanggal 19 Oktober 2015 memberikan keterangan berbeda tentang perbaikan jalan menuju UTM. Ia mengatakan jika jalan tersebut diluar tanggung jawab kampus meski menjadi akses utama menuju kampus. “Jalan itu sebenarnya bukan tanggung jawab kampus, tapi pemerintah”, ujarnya.

Tanggapan Mahasiswa

Menanggapi kabar akan adanya perbaikan jalan menuju kampus beberapa mahasiswa mengatakan senang. Seperti kata Hilda, seorang mahasiswi semester 4 yang setiap hari melalui jalan tersebut. Kerusakan jalan menuju kampus selama ini terbilang parah bahkan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan. “Alhamdulillah kalau memang benar diperbaiki, saya pernah terjatuh sebab terpeleset jalan yang licin dan juga berlubang, selain itu jalanya juga sempit. Jadi bikin macet.” Terangnya.

Sama dengan pendapat sebelumnya, Aisyah mengatakan kalau akses jalan menuju kampus sangat penting dilakukan perbaikan segera karena mempengaruhi kegiatan mahasiswa di kampus. “sangat luar biasa kalau diperbaiki, mengingat kondisi jalan yang begitu berlubang dan banjir, saya sebagai pengguna sepeda ontel sering kejeduk lubang dan sepatu saya basah terkena air saat banjir,”ungkapnya. (AWW/ADM/KAK)

0 komentar:

Posting Komentar

Sastra