Selasa, 08 Maret 2016

,

Banyak Ditemukan Nilai IPK Rendah, Mahasiswa Bidikmisi Fisib Dikumpulkan

ilustrasi. sumber: http://sulsel.pojoksatu.id

”Mahasiswa bidikmisi semester dua Prodi Psikologi kini sedang kritis. Banyak nilai IPK mereka dibawah 2,75. Bahkan, ditemukan ada mahasiswa bidikmisi yang hanya memiliki IPK satu koma.” Setidaknya itulah salah satu ungkapan Pembantu Dekan III (PD 3) Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (Fisib) Sri Hidayati yang kecewa saat memberi sambutan acara Sharing dan Hearing mahasiswa bidikmisi Fisib pada Selasa (8/3) di Gedung Cakra.

 Selain memaparkan kondisi memprihatinkan sebagian mahasiswa bidikmisi yang terancam keluar akibat dicabut dan tidak mampu membayar biaya kuliah, PD III juga berpesan agar mahasiswa Fisib mampu menjaga batas minimum Indeks Prestasinya. Menurut Sri Hidayati hal ini sudah menjadi ketetapan surat keputusan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) apabila Indeks Prestasi Semester (IPS) bagi mahasiswa bidikmisi wajib diatas 3, serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Sri Hidayati kembali menegaskan, menjadi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi patut bangga. Sebab dengan menerima beasiswa bidikmisi telah berkesempatan memutus rantai kemiskinan dalam keluarga mereka. Maka dari itu, sudah sewajarnya jika pihak kampus membebankan tuntutan meraih batasan IPK agar mahasiswa sungguh-sungguh dalam belajar. ”ketika ikut survey maaf ya, saya lihat mereka rata-rata kurang mampu. Dirumahnya dihuni oleh keluarga besar. Mulai dari kakeknya, nenek, sampai kedua orang tua dan saudara kandung. Padahal, rumahnya kecil.”tutur dosen Prodi Sosiologi itu.

Sementara Netty Herawati dosen pembina mahasiswa bidikmisi dari Prodi Psikologi lebih banyak memberikan motivasi, dan membangkitkan drive (dorongan dari dalam jiwa) kepada peserta agar bisa meraih IPK tinggi. Menurutnya tidak ada manusia bodoh, yang ada dia belum bisa memaksimalkan diri selama berproses. ”Langkah untuk meraih IP (indeks prestasi) 4 dalam perkulihan adalah dengan meng-upgrade ¬kemampuan soft skill, membentuk kelompok belajar, dan memiliki mimpi,”ujarnya.

Senada dengan pendapat pembinanya, Saiful Anwar mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi Prodi Psikologi semester 4 mengaku prihatin ketika mengetahui banyak teman mahasiswa bidikmisi dengan nilai IPK rendah.”Saya cukup prihatin, mengingat untuk mencari nilai cukup khususnya di prodi Psikologi tidaklah terlalu sulit asalkan aktif dalam proses perkuliahan dan menurut apa kata dosen,” ucapnya. (SAI/ISK)

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90