Sabtu, 09 Januari 2016

,

DPM Berencana Membentuk KPU

DPM Berencana Membentuk KPU WKUTM- Belajar dari Pemilu Raya kemarin (07/01/16), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTM merencanakan adanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode mendatang. Selain berharap untuk perbaikan, adanya KPU dirasa mampu membantu memperbaiki kekurangan DPM dalam mengadakan pemilu di UTM. Seperti pemilu kemarin, banyak mahasiswa mengeluhkan penempatan tanggalnya tidak pas, mengingat pada hari kamis kemarin, jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) telah usai. Ajeng misalnya, salah satu mahasiswi Akuntansi ini mengaku kecewa karena banyak dari teman-temannya tidak menyoblos sebab sudah pulang kampung semua. ”Sayang sekali dilaksanakan pada hari libur, teman-teman sudah banyak yang pulang,” keluhnya. Ketika dikonfirmasi pada pihak DPM, Hobairi selaku ketua DPM periode 2015 menyatakan bahwa pihak DPM sebenarnya merencanakan Pemilu Raya diadakan pada Desember lalu. Tetapi karena pihaknya masih melakukan pembenahan dan amandemen internal DPM, jadi rencana Pemilu Raya terpaksa diundur dan pihaknya juga mengajukan surat permohonan perpanjangan masa kerja kepada Rektor sampai dengan 10 Januari besok. ”Sebenarnya, kami sudah merencanakan Pemilu Raya akan diadakan bulan Desember kemarin, hanya saja karena kami masih perlu membenahi dan mengamandemen internal DPM kami harus mengundur pemilu tersebut. Sebab hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu kami juga telah mengajukan surat permohonan perpanjangan masa kerja kepada pimpinan, Rektor yang semula sampai 31 Desember menjadi 10 Januari.” kelih mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. Begitu juga ketika ditanya tentang jumlah pemilih kemarin, pihaknya juga mengakui jumlah pemilih memang terhitung sedikit dibandingkan dengan jumlah pemilih pada pemilihan periode sebelumnya. ”Jumlah ini memang berkurang dari pemilihan tahun lalu”, tetapi kami puas, lanjutnya ”karena pemilihan kali ini tidak ada ricuh seperti yang kemarin-kemarin”. Pungkasnya. ”Maka dari itu, kami akan merencanakan pada pemilu nanti akan ada KPU. supaya pemilihan mendatang akan menjadi semakin lancar dan tertib”, ucapnya diakhir wawancara. (Adam/ Nof)

Salah satu panitia Pilresma sedang menunjukkan kertas surat suara
WKUTM- Belajar dari Pemilu Raya kemarin (07/01/16), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTM merencanakan adanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode mendatang. Selain berharap untuk perbaikan, adanya KPU dirasa mampu membantu memperbaiki kekurangan DPM dalam mengadakan pemilu di UTM. 

Seperti pemilu kemarin, banyak mahasiswa mengeluhkan penempatan tanggalnya tidak pas, mengingat pada hari kamis kemarin, jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) telah usai. Ajeng misalnya, salah satu mahasiswi Akuntansi ini mengaku kecewa karena banyak dari teman-temannya tidak menyoblos sebab sudah pulang kampung semua. ”Sayang sekali dilaksanakan pada hari libur, teman-teman sudah banyak yang pulang,” keluhnya. 

Ketika dikonfirmasi pada pihak DPM, Hobairi selaku ketua DPM periode 2015 menyatakan bahwa pihak DPM sebenarnya merencanakan Pemilu Raya diadakan pada Desember lalu. Tetapi karena pihaknya masih melakukan pembenahan dan amandemen internal DPM, jadi rencana Pemilu Raya terpaksa diundur dan pihaknya juga mengajukan surat permohonan perpanjangan masa kerja kepada Rektor sampai dengan 10 Januari besok. 

”Sebenarnya, kami sudah merencanakan Pemilu Raya akan diadakan bulan Desember kemarin, hanya saja karena kami masih perlu membenahi dan mengamandemen internal DPM kami harus mengundur pemilu tersebut. Sebab hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu kami juga telah mengajukan surat permohonan perpanjangan masa kerja kepada pimpinan, Rektor yang semula sampai 31 Desember menjadi 10 Januari.” kelih mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. 

Begitu juga ketika ditanya tentang jumlah pemilih kemarin, pihaknya juga mengakui jumlah pemilih memang terhitung sedikit dibandingkan dengan jumlah pemilih pada pemilihan periode sebelumnya. ”Jumlah ini memang berkurang dari pemilihan tahun lalu”, tetapi kami puas, lanjutnya ”karena pemilihan kali ini tidak ada ricuh seperti yang kemarin-kemarin”. Pungkasnya. 

”Maka dari itu, kami akan merencanakan pada pemilu nanti akan ada KPU. supaya pemilihan mendatang akan menjadi semakin lancar dan tertib”, ucapnya diakhir wawancara. (Adam/ Nof)

Top Ad 728x90