Kamis, 07 Januari 2016

,

Digitalisasi Pendataan Pilpresma

Digitalisasi Pendataan Pilpresma Pilpremas (Pemilihan Presiden Mahasiswa) UTM kali ini (07/01/16) berbeda dari sebelumnya. Mulai dari pemungutan suara yang dikategorikan menjadi tiga tempat dan menggunakan sistem digital atau barcode. Pengkatergorian TPS (Tempat Pemungutan Suara) dibagi berdasarkan Fakultas yang ada di UTM sehingga meminimalisir jumlah antrian mahasiswa atau calon pemilih. Seperti di TPS 1 yang berada di timur Gedung Cakra dikhususkan untuk pemilih dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu-ilmu Keislaman (FIIK). Sedangkan TPS 2 yang berada di Halaman Parkir Ruang Kuliah Bersama (RKB-D) dikhususkan pemilih dari Fakuktas Pertanian (FP) dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP). Lalu TPS 3 yang berada di Utara Gedung Graha Utama dikhususkan untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Menurut seorang pengawas di TPS 1 Sistem ini digunakan untuk meminimalisir kecurangan penyelundupan surat suara dan pengelembungan suara yang sering terjadi di Pilpresma UTM sebelumnya. Sistem pemilihan yang berbeda dari sebelumnya dimana Panitia Pilpresma mengganti pola pendataan calon pemilih yang dulu konvensional menjadi digital. Seperti pemeriksaan melalui barcode yang terdapat pada kartu tanda mahasiswa (KTM) atau kartu tanda anggota perpustakaan. Hal tersebut dilakukan agar tidak timbul pengelembungan jumlah pemilih seperti Pilpresma Sebelumnya. Fathur Rozi menerangkan jika sistem Pilpresma yang ini diterapkan sejak dulu pasti tidak akan terjadi pengelembungan suara atau pemilih ganda. “Iya, sistem yang sekarang lebih efektif, pasti akan sulit terdapat dua kali pencoblosan atau kecurangan dalam Pilprema kali ini,” ujarnya. Perubahan panitia penyelenggara Pilpresma kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika tahun lalu panitianya berasal dari pihak DPM tapi kini seluruh badan kelengkapan UTM di ikut sertakan. Hal ini senada dengan Fathur Rozi selaku pengawas Pilpresma di TPS 1. "Pemilihan kali ini juga melibatkan beberapa Anggota UKM sebagai panitia pelaksana beserta DPM dan MKM sebagai pengawas", Ucapnya. Beberapa Perbedaan Pilpresma UTM tahun ini termasuk usulan dari pihak Rektorium. Mengingat persoalan Pilpresma tahun lalu yang penuh konflik dan ketidakjelasan baik dari segi kesiapan panitia penyelenggara dan teknis pelaksanaan Pilpresma yang buruk. Diharapkan Pilpresma tahun ini berjalan lancar dan mampu menghasilakan Presiden Mahasiswa yang berkualitas dan bermutu saat kepemimpinannya nanti. "Dengan pembaharuan sistem seperti ini diharapkan pemilihan Presiden Mahasiswa akan lancar tanpa ricuh", pungkas anggota DPM tersebut.



WKUTM- Pilpremas (Pemilihan Presiden Mahasiswa) UTM kali ini (07/01/16) berbeda dari sebelumnya. Mulai dari pemungutan suara yang dikategorikan menjadi tiga tempat dan menggunakan sistem digital atau barcode.

 Pengkatergorian TPS (Tempat Pemungutan Suara) dibagi berdasarkan Fakultas yang ada di UTM sehingga meminimalisir jumlah antrian mahasiswa atau calon pemilih. Seperti di TPS 1 yang berada di timur Gedung Cakra dikhususkan untuk pemilih dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu-ilmu Keislaman (FIIK). Sedangkan TPS 2 yang berada di Halaman Parkir Ruang Kuliah Bersama (RKB-D) dikhususkan pemilih dari Fakuktas Pertanian (FP) dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP). Lalu TPS 3 yang berada di Utara Gedung Graha Utama dikhususkan untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Menurut seorang pengawas di TPS 1 Sistem ini digunakan untuk meminimalisir kecurangan penyelundupan surat suara dan pengelembungan suara yang sering terjadi di Pilpresma UTM sebelumnya.

Sistem pemilihan yang berbeda dari sebelumnya dimana Panitia Pilpresma mengganti pola pendataan calon pemilih yang dulu konvensional menjadi digital. Seperti pemeriksaan melalui barcode yang terdapat pada kartu tanda mahasiswa (KTM) atau kartu tanda anggota perpustakaan. Hal tersebut dilakukan agar tidak timbul pengelembungan jumlah pemilih seperti Pilpresma Sebelumnya. Fathur Rozi menerangkan jika sistem Pilpresma yang ini diterapkan sejak dulu pasti tidak akan terjadi pengelembungan suara atau pemilih ganda. “Iya, sistem yang sekarang lebih efektif, pasti akan sulit terdapat dua kali pencoblosan atau kecurangan dalam Pilprema kali ini,” ujarnya.

Perubahan panitia penyelenggara Pilpresma kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika tahun lalu panitianya berasal dari pihak DPM tapi kini seluruh badan kelengkapan UTM di ikut sertakan. Hal ini senada dengan Fathur Rozi selaku pengawas Pilpresma di TPS 1. "Pemilihan kali ini juga melibatkan beberapa Anggota UKM sebagai panitia pelaksana beserta DPM dan MKM sebagai pengawas", Ucapnya.

Beberapa Perbedaan Pilpresma UTM tahun ini termasuk usulan dari pihak Rektorium. Mengingat persoalan Pilpresma tahun lalu yang penuh konflik dan ketidakjelasan baik dari segi kesiapan panitia penyelenggara dan teknis pelaksanaan Pilpresma yang buruk. Diharapkan Pilpresma tahun ini berjalan lancar dan mampu menghasilakan Presiden Mahasiswa yang berkualitas dan bermutu saat kepemimpinannya nanti. "Dengan pembaharuan sistem seperti ini diharapkan pemilihan Presiden Mahasiswa akan lancar tanpa ricuh", pungkas anggota DPM tersebut.(ALVI/NOF)

Top Ad 728x90