Jumat, 13 November 2015

,

Pertemuan PMR Madya Dan Wira Se-Jawa Timur di UTM

Pertemuan PMR Madya Dan Wira Se-Jawa Timur di UTM WKUTM-Sebanyak 19 Palang Merah Remaja Wira (PMR setingkat SMA) dan 7 Madya (setingkat SMP) dari 25 sekolah se-Jawa Timur mengikuti kegiatan ajang jumpa prestasi PMR ke 3 di Lapangan Sepak Bola Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Acara yang dimotori oleh Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UTM itu akan berlangsung selama tiga hari, yaitu Jum’at-Minggu (13-15/11). Uniknnya meski panitia melakukan berbagai uji kompetensi dan penilaian tim ternyata tidak dianggap sebagai lomba. Hal ini diungkapkan oleh Putri selaku ketua pelaksanan kegiatan. Alasanya dalam organisasi kemanusiaan seperti PMI tidak mengenal sebuah kompetisi antar tim. Hanya saja panitia melakukan penilaian sebagai metode apresiasi bagi peserta yang dianggap memiliki kinerja bagus selama kegiatan berlangsung. Adapun bentuk apresiasi dimaksud melalui pemberian sebuah piala. ”Bukan persaingan, ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas dan menggali kreatifitas antar sesama tim,” ujar Putri. Iqbal Nurul Azhar selaku pembina KSR PMI UTM mengaku bangga dengan kinerja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) binaanya. Sebelumnya, pada kegiatan dua tahunan ini hanya diikuti oleh 10 sekolah. Selain itu tahun ini kendala dihadapi panitia cukup banyak. Salah satunya berupa keterlambatan pencairan dana kegiatan dari kampus. Terlepas dari persoalan yang dialami, Iqbal menilai KSR UTM telah sukses menyelenggaraan acara PMI sekelas regional. Menurut dia sekelas Universitas Malang (UM) pada beberapa waktu lalu belum mampu menyelenggarakan acara dengan antusiasme peserta sebanyak ini. ”Meskipun judulnya Jawa Timur kalau dibilang mampu merepresentasikan saya anggap, ya, tetapi untuk dibilang wow, belum,” tuturnya. Sementara menurut Darsono, pendamping Wira dari SMAN 1 Pacet-Mojokerto menyayangkan minimnya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang disediakan oleh panitia. Banyak anak didiknya mengeluhkkan jarak antara kamar mandi dan tenda yang terlalu jauh. ”Tadi banyak murid saya yang mengeluh karena susah mencari kamar mandi dan harus antre pula. Terus untuk pagar meski panitia sudah membuat tali rafia kayaknya masih belum efektif,” keluhnya. Sedangkan Dali, salah satu anggota tim Wira dari SMAN 4 Sampang merasa bangga bisa mendapat kesempatan mengikuti acara yang bertemakan ”Menumbuhkan Karakter Relawan Muda dan Menjalin Silaturahmi” tersebut. Setelah pulang dirinya berharap bisa membawa oleh-oleh wawasan yang lebih luas untuk menumbuhkan kembali semangat ber-PMR. Menurutnya lebih mengasyikan lagi saat memiliki banyak kenalan baru. ”saya setelah pulang bisa menularkan pengalaman kepada teman-teman anggota ekstra kurikuler PMR disekolah,” pungkasnya. (Isk/Ris)

Peserta Ajang Jumpa Prestasi PMR 2015 sedang istirahat usai upacara pembukaan


WKUTM-Sebanyak 19 Palang Merah Remaja Wira (PMR setingkat SMA) dan 7 Madya (setingkat SMP) dari 25 sekolah se-Jawa Timur mengikuti kegiatan Ajang Jumpa Prestasi PMR ke 3 di Lapangan Sepak Bola Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Acara yang dimotori oleh Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UTM itu akan berlangsung selama tiga hari, yaitu Jum’at-Minggu (13-15/11).

Uniknnya meski panitia melakukan berbagai uji kompetensi dan penilaian tim ternyata tidak dianggap sebagai lomba. Hal ini diungkapkan oleh Putri selaku ketua pelaksanan kegiatan. Alasanya dalam organisasi kemanusiaan seperti PMI tidak mengenal sebuah kompetisi antar tim. Hanya saja panitia melakukan penilaian sebagai metode apresiasi bagi peserta yang dianggap memiliki kinerja bagus selama kegiatan berlangsung. Adapun bentuk apresiasi dimaksud melalui pemberian sebuah piala. ”Bukan persaingan, ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas dan menggali kreatifitas antar sesama tim,” ujar Putri.

Iqbal Nurul Azhar selaku pembina KSR PMI UTM mengaku bangga dengan kinerja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) binaanya. Sebelumnya, pada kegiatan dua tahunan ini hanya diikuti oleh 10 sekolah. Selain itu tahun ini kendala dihadapi panitia cukup banyak. Salah satunya berupa keterlambatan pencairan dana kegiatan dari kampus.

Terlepas dari persoalan yang dialami, Iqbal menilai KSR UTM telah sukses menyelenggaraan acara PMI sekelas regional. Menurut dia sekelas Universitas Malang (UM) pada beberapa waktu lalu belum mampu menyelenggarakan acara dengan antusiasme peserta sebanyak ini. ”Meskipun judulnya Jawa Timur kalau dibilang mampu merepresentasikan saya anggap, ya, tetapi untuk dibilang wow, belum,” tuturnya.

Sementara menurut Darsono, pendamping Wira dari SMAN 1 Pacet-Mojokerto menyayangkan minimnya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang disediakan oleh panitia. Banyak anak didiknya mengeluhkkan jarak antara kamar mandi dan tenda yang terlalu jauh. ”Tadi banyak murid saya yang mengeluh karena susah mencari kamar mandi dan harus antre pula. Terus untuk pagar meski panitia sudah membuat tali rafia kayaknya masih belum efektif,” keluhnya.

Sedangkan Dali, salah satu anggota tim Wira dari SMAN 4 Sampang merasa bangga bisa mendapat kesempatan mengikuti acara yang bertemakan ”Menumbuhkan Karakter Relawan Muda dan Menjalin Silaturahmi” tersebut. Setelah pulang dirinya berharap bisa membawa oleh-oleh wawasan yang lebih luas untuk menumbuhkan kembali semangat ber-PMR. Menurutnya lebih mengasyikan lagi saat memiliki banyak kenalan baru. ”saya setelah pulang bisa menularkan pengalaman kepada teman-teman anggota ekstra kurikuler PMR disekolah,” pungkasnya. (Isk/Ris)

Top Ad 728x90