Jumat, 16 Oktober 2015

UKT Terancam Dinaikkan Demi Pembangunan RKB

WKUTM-Pertambahan jumlah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun ini menyebabkan beberapa program studi kekurangan ruang kuliah. Bahkan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) UTM menyarankan dinaikkannya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mendanai pembangunan Ruang Kuliah Bersama (RKB) yang sempat terhenti. Menurut rencana, pembangunan gedung di timur RKB D akan difungsikan sebagai RKB baru. Namun, hingga tahun ketiga masa pembangunan, pihak kampus belum dapat memastikan kapan pembangunan gedung tersebut selesai. Mahasiswa menilai tidak ada keseriusan dalam pembangunan gedung RKB baru. “Kesannya itu (pembangunan, red) seperti menunggu semua RKB penuh dulu, baru dilanjutkan pembangunan lagi. Padahal sudah lama terbengkalai,” ungkap Khoiron, mahasiswa dari FKIP. “Kayaknya baru tahun ini dilanjutkan, soalnya banyak mahasiswa yang sampai kuliah di lorong soft skill sama audit” imbuhnya. Salah seorang mahasiswa prodi Sosiologi juga merasa dirugikan akibat tersendatnya pembangunan RKB baru. “Tahun ini sering tidak menentu ruang kuliahnya. Kadang sampai terpaksa lesehan karena tidak ada bangku. Masa aku kuliah lesehan?” cetus mahasiswa semester 5 yang enggan disebut namanya. Senada dengan pendapat mahasiswa, para dosen juga mengeluhkan pemindahan ruang kuliah yang tidak menentu. “Agak disayangkan kalau pindah-pindah seperti ini, karena beberapa ruang tidak ada proyektornya. Tidak seperti di RKB E”, keluh Ifa, dosen Sastra Inggris yang kini sering mengisi kuliah di Ruang CIE (laboratorium komunikasi depan perpustakaan lama). Ketika dikonfirmasi, pihak ULP menolak anggapan tentang terbengkalainya pembangunan RKB baru. "Ya ndak kayak gitu (tidak terbengkalai, red), cuma tahun ini saja baru ada uangnya," ujar Amrin selaku karyawan ULP. Kekurangan dana tersebut bahkan membuat Amrin berkelakar tentang penaikan UKT. "Kalau kamu pengen pembangunan cepat selesai, minta ke pimpinan saja sana, biar UKT-mu dinaikkan," katanya sambil tertawa lepas. (Adm/Ris)

Pembangunan gedung baru di UTM

WKUTM-Pertambahan jumlah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun ini menyebabkan beberapa program studi kekurangan ruang kuliah. Bahkan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) UTM menyarankan dinaikkannya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mendanai pembangunan Ruang Kuliah Bersama (RKB) yang sempat terhenti.

Menurut rencana, pembangunan gedung di timur RKB D akan difungsikan sebagai RKB baru. Namun, hingga tahun ketiga masa pembangunan, pihak kampus belum dapat memastikan kapan pembangunan gedung tersebut selesai.

Mahasiswa menilai tidak ada keseriusan dalam pembangunan gedung RKB baru. “Kesannya itu (pembangunan, red) seperti menunggu semua RKB penuh dulu, baru dilanjutkan pembangunan lagi. Padahal sudah lama terbengkalai,” ungkap Khoiron, mahasiswa dari FKIP. “Kayaknya baru tahun ini dilanjutkan, soalnya banyak mahasiswa yang sampai kuliah di lorong soft skill sama audit” imbuhnya.

Salah seorang mahasiswa prodi Sosiologi juga merasa dirugikan akibat tersendatnya pembangunan RKB baru. “Tahun ini sering tidak menentu ruang kuliahnya. Kadang sampai terpaksa lesehan karena tidak ada bangku. Masa aku kuliah lesehan?” cetus mahasiswa semester 5 yang enggan disebut namanya.

Senada dengan pendapat mahasiswa, para dosen juga mengeluhkan pemindahan ruang kuliah yang tidak menentu. “Agak disayangkan kalau pindah-pindah seperti ini, karena beberapa ruang tidak ada proyektornya. Tidak seperti di RKB E”, keluh Ifa, dosen Sastra Inggris yang kini sering mengisi kuliah di Ruang CIE (laboratorium komunikasi depan perpustakaan lama).

Ketika dikonfirmasi, pihak ULP menolak anggapan tentang terbengkalainya pembangunan RKB baru. "Ya ndak kayak gitu (tidak terbengkalai, red), cuma tahun ini saja baru ada uangnya," ujar Amrin selaku karyawan ULP.

Kekurangan dana tersebut bahkan membuat Amrin berkelakar tentang penaikan UKT. "Kalau kamu pengen pembangunan cepat selesai, minta ke pimpinan saja sana, biar UKT-mu dinaikkan," katanya sambil tertawa lepas. (Adm/Ris)

Sastra