Rabu, 21 Oktober 2015

Penerima Bantuan Buku Bagi Mahasiswa Bidikmisi Dibatasi

Penerima Bantun Buku Bagi Mahasiswa Bidikmisi Dibatasi WKUTM- Kemarin malam (20/10) Pembantu Rektor 3 (PR-3) menurunkan surat edaran bantuan dana pembelian buku bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Dalam surat bernomor 2072/UN46/KM/2015 tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa yang berhak mengajukan dana pembelian buku khusus angkatan 2012 dan 2013. Sedangkan jumlah maksimal pengajuan dana pembelian buku dibatasi maksimal 250 ribu rupiah setiap mahasiswa. Adanya pengkhususan pemberian dana bantuan pembelian buku bagi mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 dan 2014 dibenarkan oleh kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Trunojoyo Madura (BAAKPSI UTM). Menurut Supri hal ini terjadi karena terdapat perbedaan selisih penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara mahasiswa bidikmisi angkatan 2012-2013 dengan 2014 keatas. Mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 kebawah dikenakan UKT 1,8 juta, sedangkan angkatan 2014 keatas dikenakan UKT sebesar 2,5 juta. Dari selisih pembayaran UKT inilah alokasi dana pembelian buku bagi mahasiswa bidikmisi diambil. Karena mahasiswa bidikmisi angkatan 2014 keatas tidak memiliki sisa dana, akibatnya tidak mendapat bantuan pembelian buku. “iya memang ada bantuan buku dan hanya untuk angkatan 2012, 2013 karena tahun 2014 dan 2015 nggak ada sisanya. Uangnya sudah dibuat membayar UKT.” Tutur Supri Antok Febrian selaku ketua Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (IMB) UTM menganggap wajar jika mahasiswa bidikmisi angkatan 2014 keatas tidak mendapat bantuan dana pembelian buku. Pasalnya, pihak pimpinan kampus telah menjelaskan kepada dirinya jika jumlah anggaran uang pembelian buku terbatas. “iya, tahun ini beda. Biasanya selalu tiga angkatan sekarang aja yang tahun 2014 nggak dapat, katanya sih uangnya sudah habis,” ujarnya Berdasarkan pantauan Antok, sistem pemberian bantuan dana pembelian buku dengan cara pengajuan permohonan secara manual seperti sekarang kurang efektif. Hal Ini seperti yang terjadi di tahun kemarin, banyak terjadi kekacauan data penerima bantuan dana. “memang ada data mahasiswa yang keselip jadinya nggak dapat, atau malah kadang yang tidak mengajukan tapi uangnya cair,” kata mahasiswa jurusan sastra inggris itu. Sementara Wenny salah satu mahasiswa penerima bidik misi angkatan 2014 kecewa berat dan bingung dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh PR 3. Sebab dirinya merasa ada ketidakadilan pimpinan dalam memberikan bantuan kepada sesama mahasiswa bidikmisi. ”ya nggak adil, kita kan sama-sama bidikmisi lagian itu kan uang dari pemerintah sudah ada jatahnya kalau nggak dibagi terus uangku kemana,” keluh Wenny.

Gambar Ilustrasi. sumber: Fajar.co.id

WKUTM- Kemarin malam (20/10) Pembantu Rektor 3 (PR-3) menurunkan surat edaran bantuan dana pembelian buku bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Dalam surat bernomor 2072/UN46/KM/2015 tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa yang berhak mengajukan dana pembelian buku khusus angkatan 2012 dan 2013. Sedangkan jumlah maksimal pengajuan dana pembelian buku dibatasi maksimal 250 ribu rupiah setiap mahasiswa.

Adanya pengkhususan pemberian dana bantuan pembelian buku bagi mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 dan 2014 dibenarkan oleh kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Trunojoyo Madura (BAAKPSI UTM). Menurut Supri hal ini terjadi karena terdapat perbedaan selisih penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara mahasiswa bidikmisi angkatan 2012-2013 dengan 2014 ke atas. Mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 ke bawah dikenakan UKT 1,8 juta, sedangkan angkatan 2014 ke atas dikenakan UKT sebesar 2,5 juta.

Dari selisih pembayaran UKT inilah alokasi dana pembelian buku bagi mahasiswa bidikmisi diambil. Karena mahasiswa bidikmisi angkatan 2014 ke atas tidak memiliki sisa dana, akibatnya tidak mendapat bantuan pembelian buku. “Iya memang ada bantuan buku dan hanya untuk angkatan 2012, 2013 karena tahun 2014 dan 2015 nggak ada sisanya. Uangnya sudah dibuat membayar UKT.” Tutur Supri.

Antok Febrian selaku ketua Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (IMB) UTM menganggap wajar jika mahasiswa bidikmisi angkatan 2014 keatas tidak mendapat bantuan dana pembelian buku. Pasalnya, pihak pimpinan kampus telah menjelaskan kepada dirinya jika jumlah anggaran uang pembelian buku terbatas. “Iya, tahun ini beda. Biasanya selalu tiga angkatan sekarang aja yang tahun 2014 nggak dapat katanya sih uangnya sudah habis,” ujarnya

Menurut Antok, sistem pemberian bantuan dana pembelian buku dengan cara pengajuan permohonan secara manual seperti sekarang kurang efektif. Hal Ini seperti yang terjadi di tahun kemarin, banyak terjadi kekacauan data penerima bantuan dana. “Memang ada data mahasiswa yang keselip jadinya nggak dapat atau malah kadang yang tidak mengajukan tapi uangnya cair,” kata mahasiswa jurusan sastra inggris itu.

Sementara Wenny salah satu mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2014 kecewa berat dan bingung dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh PR 3. Sebab dirinya merasa ada ketidakadilan pimpinan dalam memberikan bantuan kepada sesama mahasiswa bidikmisi. ”Ya nggak adil kita kan sama-sama bidikmisi lagian itu kan uang dari pemerintah sudah ada jatahnya, kalau nggak dibagi terus uangku kemana,” keluh Wenny.

Sastra