Selasa, 20 Oktober 2015

Meski Belum Siap, Tahun 2016 Akan Dibuka Perpustakaan Daring

Meski Belum Siap, Tahun 2016 Akan Dibuka Perpustakaan Daring ”Mulai tahun 2016 Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan membuka layanan online (baca: Dalam Jaringan (Daring)),” pernyataan itu dikatakan Hamin Kepala Sub Bagian (KASUBAG) Perpustakaan UTM pada Senin (19/10) disela-sela acara seminar ”Kesiapan Perpustakaan Dalam Mengahadapi Globalisasi” yang bertempat di lantai 1 gedung Cakra UTM. Hanya saja realisasi dari rencana pembukaan layanan perpustakaan Daring di UTM bakal menemui banyak kendala. Pasalnya, sampai sekarang sarana yang dimiliki perpustakaan UTM untuk menunjang layanan Daring belum ada. Ketiadaan dalam persiapan membangun perpustakaan Daring diakui oleh Hamim. Seperti belum tersediaannya e-book dan e-Journal . “Disini perpustakaannya memang masih belum memiliki e-book juga e-journal,” ujarnya. Masih menurut keterangan Hamim, bahwa hambatan juga datang dari rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan di UTM. Terutama di bidang pengusaan Information Technology (IT). Walaupun sebagian Pustakawan sudah menguasai, tetapi jumlahnya jauh dari memadai. “para pustakawan disini, sebagian sudah memiliki pengetahuan tentang IT tetapi masih sangat kurang jika dibandingkan dengan yang lain,” terangnya. Walau belum dapat dipastikan kapan tepatnya pembukaan layanan perpustakaan Daring banyak pihak menyambut positif rencana ini. Alul Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) salah satunya. Ia berharap dengan dibukanya perpustakaan Daring akan lebih memperkaya koleksi buku, jurnal, dan referensi lain. Pasalnya selama ini banyak mahasiswanya mengeluhkan tugas-tugasnya akibat minimnya literatur Perpustakaan UTM. “Bagus sekali kalau ada e-book dan e-journal seperti itu. saya pesan buku-buku lama di e-book kan biar mahasiswa itu tidak protes terus kesulitan mencari buku,” tuturnya. Senada dengan pernyataan Alul, Bahri salah satu pengunjung aktif Perpustakaan UTM juga merasa bahagia. Sebab selama ini dirinya menganggap jika setiap perlu referensi harus berkunjung ke Perpustakaan terlalu banyak menyita waktu. “Ya alhamdulillah lah mbak, kalau di perpustakaan sudah menyediakan e-book, saya gak perlu capek-capek mendatangi perpustakaan,” ungkap mahasiswa semester 3 Prodi PBSI tersebut. (Aww/Isk)

Pengunjung Perpustakaan sedang mencari referensi di ruang Baca
”Mulai tahun 2016 Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan membuka layanan online (baca: Dalam Jaringan (Daring)),” pernyataan itu dikatakan Hamin Kepala Sub Bagian (KASUBAG) Perpustakaan UTM pada Senin (19/10) disela-sela acara seminar ”Kesiapan Perpustakaan Dalam Mengahadapi Globalisasi” yang bertempat di lantai 1 gedung Cakra UTM. Hanya saja realisasi dari rencana pembukaan layanan perpustakaan Daring di UTM bakal menemui banyak kendala. Pasalnya, sampai sekarang sarana yang dimiliki perpustakaan UTM untuk menunjang layanan Daring belum ada.

Ketiadaan dalam persiapan membangun perpustakaan Daring diakui oleh Hamim. Seperti belum adanya e-book dan e-Journal. “Disini perpustakaannya memang masih belum memiliki e-book juga e-journal,” ujarnya.

Masih menurut keterangan Hamim, bahwa hambatan juga datang dari rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan di UTM. Terutama di bidang pengusaan Information Technology (IT). Walaupun sebagian Pustakawan sudah menguasai, tetapi jumlahnya jauh dari memadai. “para pustakawan disini, sebagian sudah memiliki pengetahuan tentang IT tetapi masih sangat kurang jika dibandingkan dengan yang lain,” terangnya.

Walau belum dapat dipastikan kapan tepatnya pembukaan layanan perpustakaan Daring banyak pihak menyambut positif rencana ini. Alul Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) salah satunya. Ia berharap dengan dibukanya perpustakaan Daring akan lebih memperkaya koleksi buku, jurnal, dan referensi lain. Pasalnya selama ini banyak mahasiswanya mengeluhkan tugas-tugasnya akibat minimnya literatur Perpustakaan UTM. “Bagus sekali kalau ada e-book dan e-journal seperti itu. saya pesan buku-buku lama di e-book kan biar mahasiswa itu tidak protes terus kesulitan mencari buku,” tuturnya.

Senada dengan pernyataan Alul, Bahri salah satu pengunjung aktif Perpustakaan UTM juga merasa bahagia. Sebab selama ini dirinya menganggap jika setiap perlu referensi harus berkunjung ke Perpustakaan terlalu banyak menyita waktu. “Ya alhamdulillah lah mbak, kalau di perpustakaan sudah menyediakan e-book, saya gak perlu capek-capek mendatangi perpustakaan,” ungkap mahasiswa semester 3 Prodi PBSI tersebut. (Aww/Isk)

Sastra