Sabtu, 03 Oktober 2015

,

Lukisan Sepetak Denah

Bau keringat harum wewangian Sebab pahatan kertas dari tindihan endapan Mengalirkan irama yang tenang Semak-semak belukar berawa menjelma taman Hijau merah bukan hanya bunga Tapi gembur tanah mengandung zat kapur Menancap paku bumi dasar gedung Semangat bertani menyiram sawah Wujudkan bekal putra putrinya sekolah Putih garam bermekaran kilaunya Adalah suatu impian. Para nelayan melaut menjala ikan Lalu kepiting kijingan di apit Sepetak denah dikelilingi rongkang ikan Cemar lumpur kiriman pabrik Baunya mulai harum lekat Bekas wajah garang di terminal Madura 2013 Deni Puja Pranata Presiden Jalanan Madura, penggiat sastra di Galeri Sastra Madura (GSM) Menulis puisi bahasa Madura. Pernah belajar di jurusan Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura.

Bau keringat harum wewangian
Sebab pahatan kertas dari tindihan endapan
Mengalirkan irama yang tenang
Semak-semak belukar berawa menjelma taman

Hijau merah bukan hanya bunga
Tapi gembur tanah mengandung zat kapur
Menancap paku bumi dasar gedung

Semangat bertani menyiram sawah
Wujudkan bekal putra putrinya sekolah
Putih garam bermekaran kilaunya
Adalah suatu impian.
Para nelayan melaut menjala ikan
Lalu kepiting kijingan di apit
Sepetak denah dikelilingi rongkang ikan
Cemar lumpur kiriman pabrik
Baunya mulai harum lekat
Bekas wajah garang di terminal

Madura 2013

Deni Puja Pranata Presiden Jalanan Madura, penggiat sastra di Galeri Sastra Madura (GSM) Menulis puisi bahasa Madura. Pernah belajar di jurusan Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura.

(Puisi Ini Dimuat Di Buletin Sastra Kecubung Edisi 3)

Sastra