Jumat, 16 Oktober 2015

Janji-janji Pembangunan Taman Kampus

WKUTM-Belum genap satu tahun sejak pembangunannya, taman kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah mengalami banyak kerusakan. Mulai dari kerusakan jalan setapak, tidak berfungsinya air mancur, hingga lampu penerangan yang mati. Diduga, kerusakan terjadi akibat tidak sempurnanya bahan bangunan yang digunakan. Taman kampus yang menghabiskan dana hingga satu miliar ini juga masih kekurangan fasilitas. “Taman kampus ini kurang ruang publiknya, kayak gazebo atau semacamnya,” ujar Imam Sofyan, dosen Ilmu Komunikasi UTM di sela-sela kuliah. Kurangnya fasilitas publik di taman kampus juga dibenarkan oleh mahasiswa. “Taman ini kurang pohon, jadi nggak rindang,” ujar El Fira, mahasiswa prodi Akuntansi. “Terus, juga kurang gazebo sama wifi” imbuhnya. Ketika dikonfirmasi reporter LPM SM, Amrin selaku karyawan Unit Layanan Pengadaan (ULP) menjanjikan bahwa taman kampus UTM masih memasuki pembangunan tahap satu. “Taman ini masih tahap satu, jadi masih terfokus pada rute jalan dan pemberian tanaman. Nanti ada lagi pembangunan tahap dua,” jelasnya. Amrin menjanjikan, pembangunan tahap kedua nanti meliputi pembangunan gazebo dan penambahan tanaman. Namun, tahap kedua tersebut masih menunggu pelelangan tender. “Tahap kedua itu baru dilaksanakan setelah dilelang lagi tahun depan,” kata Amrin. Ketika disinggung soal kerusakan yang terjadi di area taman, Amrin berkilah, kerusakan jalan setapak di area taman disebabkan kualitas tanah Madura yang gampang ambles. “Tanah Madura beda sama tanah Jawa. Tanah disini mudah pecah dan pemerintah nggak mampu kalau pembangunan harus ganti jenis tanah,” ujarmya. Mengenai penanggungjawab kerusakan taman, lanjut Amrin, itu sudah menjadi penanggungjawab pemegang tender. “Kalau soal itu (kerusakan taman, red) menjadi tanggung jawab tender. Lagi pula, masih ada garansinya.” Jelas Amrin. Kendati demikian, Amrin belum dapat memastikan kapan pembenahan taman kampus akan selesai. Dia hanya menjanjikan pembenahan pasti dilanjutkan. “Kemarin lampu-lampunya sudah dibenahi. Untuk yang lain masih proses,” tutupnya. (alv/Ris)

Taman kampus Universitas Trunojoyo Madura

WKUTM-Belum genap satu tahun sejak pembangunannya, taman kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah mengalami banyak kerusakan. Mulai dari kerusakan jalan setapak, tidak berfungsinya air mancur, hingga lampu penerangan yang mati. Diduga, kerusakan terjadi akibat tidak sempurnanya bahan bangunan yang digunakan.

Taman kampus yang menghabiskan dana hingga satu miliar ini juga masih kekurangan fasilitas. “Taman kampus ini kurang ruang publiknya, kayak gazebo atau semacamnya,” ujar Imam Sofyan, dosen Ilmu Komunikasi UTM di sela-sela kuliah.

Kurangnya fasilitas publik di taman kampus juga dibenarkan oleh mahasiswa. “Taman ini kurang pohon, jadi nggak rindang,” ujar El Fira, mahasiswa prodi Akuntansi. “Terus, juga kurang gazebo sama wifi” imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi reporter LPM SM, Amrin selaku karyawan Unit Layanan Pengadaan (ULP) menjanjikan bahwa taman kampus UTM masih memasuki pembangunan tahap satu. “Taman ini masih tahap satu, jadi masih terfokus pada rute jalan dan pemberian tanaman. Nanti ada lagi pembangunan tahap dua,” jelasnya. Amrin menjanjikan, pembangunan tahap kedua nanti meliputi pembangunan gazebo dan penambahan tanaman. Namun, tahap kedua tersebut masih menunggu pelelangan tender. “Tahap kedua itu baru dilaksanakan setelah dilelang lagi tahun depan,” kata Amrin.

Ketika disinggung soal kerusakan yang terjadi di area taman, Amrin berkilah, kerusakan jalan setapak di area taman disebabkan kualitas tanah Madura yang gampang ambles. “Tanah Madura beda sama tanah Jawa. Tanah disini mudah pecah dan pemerintah nggak mampu kalau pembangunan harus ganti jenis tanah,” ujarmya.

Mengenai penanggungjawab kerusakan taman, lanjut Amrin, itu sudah menjadi penanggungjawab pemegang tender. “Kalau soal itu (kerusakan taman, red) menjadi tanggung jawab tender. Lagi pula, masih ada garansinya.” Jelas Amrin.

 Kendati demikian, Amrin belum dapat memastikan kapan pembenahan taman kampus akan selesai. Dia hanya menjanjikan pembenahan pasti dilanjutkan. “Kemarin lampu-lampunya sudah dibenahi. Untuk yang lain masih proses,” tutupnya. (Alv/Ris)

Sastra